Dewa Anjing Jatuh Slashdog

Dewa Anjing Jatuh Slashdog

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 26, 2023
akun sebelah mati, jadi novelnya ku taruh di sini. Dia tak tahu apakah itu mimpi atau visi. Tapi, itu adalah ingatan yang menempel kuat. Selama masa kecilnya--di umur tujuh tahun, dia telah melakukan perjalanan ke beberapa reruntuhan di kota tetangga untuk bermain selagi dia bertualang. Di bawah langit musim dingin Januari, ketika salju hampir mulai menumpuk, orang yang muncul di depan matanya. Itu adalah malaikat hitam. Pria itu memiliki sayap hitam yang tumbuh di punggungnya. Malaikat bersayap hitam yang tampak seusia ayahnya, atau mungkin lebih tua. Pria malaikat itu membungkuk sehingga mereka berdua saling bertatap mata dan berkata. "...... Lalu, apa mungkin kamu belum menyadarinya?" Menepuk kepalanya, pria itu tersenyum. "Kalau begitu, jika itu berdiam di dalam dirimu, maka dunia akan sepenuhnya berubah cepat atau lambat. Tapi, hei, hei, kamu jangan putus asa? Toh, kamu" Menempatkan jari di dadanya, ia berkata: "Di antara tiga belas tipe, milikmu sendiri telah dinobatkan sebagai 'Tuhan'. Walaupun, itu adalah 'Tuhan' palsu" Dia sering tak bisa memahami apa yang orang bicarakan. Dia tak bisa paham api ingatan itu masih jelas. Pada saat itu dia menanggapi suara teman yang datang untuk berjelajah telah memanggilnya, dan ketika menghadap ke arah pria itu lagi sudah terlambat, karena malaikat hitam
All Rights Reserved
#262
dxd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Midwest Princess
  • DADDY [Hyuckren]
  • NOT A MISTAKE || HYUCKREN✓
  • REQUIEM [HYUNJEONG]
  • Falling For The Devil [END]
  • 𝒟𝑒𝓂𝑜𝓃𝒶𝓃𝑔𝑒𝓁
  • Underworld [End✔️]
  • sepuluh tahun; iksan boys [end]
  • My Heart Boat
  • "I'M NOT HIM" -thomaskong

"Dengarlah, anak-anak Crimson... tentang langit yang dulu bersinar, dan kini menangis darah. Pernah ada masa, jutaan tahun silam, saat sayap terang dan tanduk gelap bertarung di atas awan. Malaikat-pembawa harapan. Iblis-penggenggam kehancuran. Mereka menari di langit, mematahkan bintang-bintang, dan bumi menjadi panggung untuk dendam yang tak selesai. Gunung meledak, laut berubah bara, dan doa-doa jadi abu dalam perang yang tak berakhir. Tak ada pemenang, hanya dunia yang retak. Crimson-namanya lahir dari luka, warna tanahnya pun seperti hati yang pernah dicabik taring neraka. Kini... roh gentayangan mengeluh di lorong-lorong senyap, bayangan berjalan tanpa tubuh, dan sihir-ah, sihir kini lebih mirip kutukan daripada keajaiban. Tapi dengarlah baik-baik, di tengah reruntuhan dan langit yang patah, selalu ada satu cerita kecil yang berani menyalakan nyala- meski api itu kecil dan nakal, ia bisa jadi awal dari sesuatu yang lebih besar..." (Si penyair menutup matanya, tersenyum pelan. Dan angin Crimson kembali berbisik)

More details
WpActionLinkContent Guidelines