We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Hello! NPC

Hello! NPC

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 15, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Periang, mandiri, dan rajin menabung adalah sifat seorang Navy Syawalia. Parasnya memang standar seperti perempuan kebanyakan, namun sikap periang dan prestasi cemerlang, dapat membuatnya dikenal oleh banyak orang. Ini adalah kisah seorang pemeran pendamping, yang selalu muncul di kisah novel orang lain. Melihat berbagai bintang utama dengan kisah indah mereka masing-masing. Dengan cerita berkilau bak mentari menyingsing. Ini adalah kisahnya. Yang ingin dipandang juga. Dijadikan tokoh utama. Dalam cerita kesehariannya. "Kita adalah tokoh utama di dalam hidup kita, tapi sayangnya karakter sampingan lebih overpower :)" ~Navy
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • Hening Dalam Luka
  • AZRAELLA
  • Behind Our Eyes
  • 244 Days to Hurt You
  • Detektif Palsu: Fail Romansa Si Antibetina
  • Bucin Ala Al [END]
  • Annalia (Tamat)
  • DANADYAKSA
  • 36 days with you {saida} [End]

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines