me vs dady  |knj

me vs dady |knj

  • WpView
    OKUNANLAR 18
  • WpVote
    Oylar 0
  • WpPart
    Bölümler 2
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Cum, Kas 17, 2023
WpInfo
Hayran Kurgu
BTS
" dady, " dia memandangku dengan dingin dan seakan tak ada kelembutan yang ada di sana dan ia melemparkan dokumen yang ia pengang dengan tak perasaan nya " bisakah kau tak mengangguku, jinju " teriaknya dan aku menitikan air mata sambil memungut dokumen itu " cukup, aku lelah dengan mu dad bisakah kau memandang ku , aku anakmu darah dangingmu bukan orang asing well jika seperti ini lebih baik aku pergi dari kehidupan mu selamat tinggal dad, kau bisa bahagia dengan kertas sialan ini dari pada diriku " aku membanting dokumen itu di hadapannya dan meninggalkan nya menuju kamar ku dan mengunci nya NamJoon memandang kepergian anaknya itu dengan derai air mata , salah kenapa ia termakan amarah jika jinju memangil nya dady , ia kemudian bangkit dari ruang kerjanya dan menuju kamar anaknya " jinju ah, buka pintu nya , sayang ayah ingin bicara dengan mu heyy grilss beri ayah kesempatan grilss ku mohon baby " ujarnya dengan mengetuk pintu yang tak kunjung terbuka dan ia hanya duduk di depan pintu , air mata penyesalan ia keluarkan dan ia merutuki perlakuan dingin ke anaknya ini bagaimana kelanjutan cerita nya???? apakah NamJoon mendapatkan maaf dari anakny?????? jangan lupa vote and comment juseyo
Tüm hakları saklıdır
#15
ba
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • KARAFERNELIA
  • RIANA
  • Promise Me ( END )
  • You Like Me? | Kim Wooseok
  • Albel
  • Aleum And 7
  • Lovely - Kim Doyoung[✓]
  • Complete (END)
  • "MINE" [ JIMIN BTS FF]
  • FOREVER || myg x y/n (END)

Cerita ini menggambarkan perjalanan emosional Bryan dan Alesha serta dampaknya pada anak-anak mereka, menggambarkan kebahagiaan di tengah kesedihan dan harapan untuk masa depan. .... Raka berdiri di tengah kamar, wajahnya merah dan napasnya memburu. "Lu mending keluar dari kamar gue sekarang juga! Lu cuma ganggu gue, tau nggak? Bicara yang penting-penting aja, jangan cuman bikin ribut!" ujarnya dengan emosi memuncak. Bian, yang sudah lelah dengan suasana tegang, menjawab dengan nada kesal, "Biasa aja napa sih? Iya, iya, gue keluar. Gue nggak akan ganggu lo lagi." Dengan geram, Bian membuka pintu dengan keras dan menutupnya sampai bergetar. Kamar itu kini hening. Raka berdiri diam, meresapi kesunyian yang menggigit. Di sudut kamar, dia membiarkan air mata menetes perlahan, wajahnya tersembunyi di balik tangan. Dalam isak tangisnya, dia berbisik, "Gue nggak benci, gue cuma kangen. Gue pengen banget ngerasain pelukan dari sosok ayah, tapi dia udah punya keluarga sendiri, jadi gue nggak bisa ganggu dia." Raka merasa frustasi dan terpuruk, merasakan setiap detik beratnya kepergian dan kekosongan yang ditinggalkan. Seperti jejak langkah yang meninggalkan bekas, kenangan itu terus menghantui dan menyisakan luka dalam hati.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi