Hujan di Hari Itu

Hujan di Hari Itu

  • WpView
    Membaca 115
  • WpVote
    Vote 19
  • WpPart
    Bab 13
WpMetadataReadLengkap Min, Nov 12, 2023
Awan hitam berkumpul menutupi cahaya surya. Tetesan air dari langit mulai jatuh beriringan dengan cepat. Petir menyambar kencang menyilaukan mata. Dibalik jendela rumahnya, duduklah seorang remaja perempuan yang sedang asik menggambar sesuatu di sebuah buku sketsa usang dengan pensil mekanik yang ada pada tangan kanannya sambil memerhatikan hujan yang turun dari dalam rumahnya yang dibatasi oleh jeruji besi dan kaca jendela. Kamarnya dihiasi oleh foto-foto polaroid yang berurutan dan terlihat rapih. Remaja perempuan itu bernama Nirmala.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Before I Knew Light
  • Don't Love for DEVIL'S (HIATUS)
  • INEFFABLE ✔
  • Harmoni Ombak Dan Lensa [LENGKAP]
  • Aksara Lingga
  • RAIN IN SEPTEMBER
  • RAHASIA LAMPU KOTA (✔)
  • Liberosis

Dia tumbuh dalam sunyi, bukan karena tak ada suara, tapi karena tak ada yang benar-benar mendengarkan. Setiap hari terasa sama, langit yang muram, rumah yang hening, dan dunia yang seolah terlalu jauh untuk digapai. Ia tak berharap banyak dari hidup... sampai seseorang datang, bukan untuk menyelamatkannya, tapi untuk duduk di sampingnya. Diam. Menemani. Menyalakan cahaya kecil dalam gelap yang sudah terlalu lama ia anggap sebagai rumah. "Tak semua cahaya menyilaukan. Kadang, ia datang dalam bentuk kehadiran yang tenang." Sebuah kisah tentang beban yang tak selalu terlihat, kehangatan yang datang perlahan, dan pertemanan yang tumbuh dari percakapan paling sederhana. © Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan