Life is A Lie

Life is A Lie

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 5, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
Bagaimana jika clone telah menjadi ancaman bagi umat manusia? Apa yang akan kalian lakukan? Pada dasarnya, clone ini diciptakan untuk suatu tujuan tertentu, bukan? Lalu, ketika hasil itu melenceng jauh dari perkiraan, mengapa clone itu sendiri yang harus dihancurkan? Ini benar-benar dunia yang tidak adil untuk para clone, dan aku akan berjuang untuk hak-hak yang seharusnya mereka dapatkan.
All Rights Reserved
#36
hamadaasahi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIA : Last Hope
  • a little bit of love | ✓
  • Bersamamu, Aku Tenang
  • World And Soul
  • [𝓔𝓝𝓓] 𝒯𝒽𝑒 𝒞𝒽𝒶𝓁𝓁𝑒𝓃𝑔𝑒 𝒢𝒶𝓂𝑒 [ꜱᴜᴅᴀʜ ᴅɪᴛᴇʀʙɪᴛᴋᴀɴ]
  • SURVIVE
  • Gear bracelett and Key necklace (Mpreg)
  • Nong Beck is Mine
  • Asa & Rasa

Tahun 2099. Bumi sekarat. Langit bukan lagi biru, udara menghitam oleh polusi, dan lautan berubah jadi lumpur beracun. Umat manusia tidak lagi bertahan-mereka hanya menunda kepunahan. Di tengah reruntuhan dunia yang dikendalikan oleh rezim korup dan propaganda masif, satu harapan terakhir muncul: Project Gaia, sistem penyelamat lingkungan yang telah lama dikubur oleh pemerintah. Devano Magasky Darmawan, seorang jenius teknologi, memilih melawan. Dikhianati oleh masa lalu dan diburu oleh teman lamanya yang kini menjadi musuh, ia membentuk tim pemberontak dari beragam latar belakang: hacker, teknisi, sniper, mantan militer, ilmuwan, hingga informan bawah tanah. Bersama, mereka menyusun rencana paling mustahil-mengaktifkan Gaia dan menghidupkan kembali planet yang nyaris mati. Namun misi ini bukan sekadar soal mesin dan data. Ini adalah pertarungan moral dan identitas. Siapa yang layak dipercaya? Apa arti pengorbanan dalam dunia yang sudah rusak? Dan apakah dunia yang baru layak diperjuangkan, jika harus mengorbankan sisi manusiawi kita? Di balik aksi sabotase, infiltrasi, dan kejar-kejaran maut, ada pertanyaan yang terus menghantui mereka: Bisakah manusia ditebus? Ataukah kita hanya layak punah bersama bumi yang kita rusak?

More details
WpActionLinkContent Guidelines