THUNDER

THUNDER

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 20, 2023
"Suka itu sewajarnya saja, Karena nyatanya tidak ada manusia yang benar-benar tulus ke manusia lain" Kata-kata tersebut selalu mempunyai tempat di benak dan hati Thunder. Dia selalu beranggapan orang yang perduli padanya hanya untuk singgah sesaat, sembari menunggu perjalanan panjang selanjutnya Tapi bagaimana jika Thunder di pertemukan dengan gadis sederhana yang selalu menganggap semua kehidupan orang itu berharga. Bagaimana jika dunia Thunder yang sempurna, tanpa adanya cinta di tembus oleh pemilik senyum manis, paras cantik dan dengan segala kelembutan, cinta dan kasih sayang nya. Apa seorang Thunder akan luluh??
All Rights Reserved
#3
bolavoli
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Veero [ON GOING]
  • You And Me, Can We? [On Going]
  • Cinta dalam Diam(End)
  • GARENDRA
  • DERRY : manusia tanpa cinta [END]
  • DLS [ 2 ] Ansellina
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • HALOALKANA
  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • Good Bye Kinara (END)

"Aku mau kita sama-sama lagi!" sejenak Feea tertegun mendengar penuturan Veero, bagaimana tidak setelah bertahun lamanya dia kembali dan dengan gampangnya menyatakan hal itu, bukan Feea tidak mau hanya saja, masih pantaskah mereka bersama setelah kejadian kelam itu, meski tak dipungkiri debaran dihatinya masih ada, masih sama, tapi keadaannya sekarang berbeda dia adalah orang yang sama dengan jati diri yang berbeda. "Aku tidak bisa, mengertilah!" meski dia tau Veero sedikit kecawa dari pancaran matanya, tapi dia bisa apa?, menangis pun rasanya percuma. Cukup tahun-tahun sebelumnya dia menangisi segalanya. Sekarang, tidak lagi! "Tapi kenapa?" masih belum kah dia paham dengan keadaan. Ini bukan hanya tentang kita. Tak mengertikah dia dengan rasa kecewa. Bukan hal mudah melupakan segalanya, sakit itu masih amat terasa menusuk relung hatinya. Tapi tak tahukah dia dengan semua itu. Menghembuskan nafas pelan Feea berujar, "Karena kamu bukan milik aku lagi.." hanya kata itu yang pantas menggambarkan betapa hancurnya dia saat itu, betapa terlukanya dia saat tau segalanya, dan semua pengorbanannya sia-sia, berakhir dengan rasa kecewa. Rank #6 in Thunder /210528/

More details
WpActionLinkContent Guidelines