NARA NEW VERSION

NARA NEW VERSION

  • WpView
    Reads 3,793
  • WpVote
    Votes 324
  • WpPart
    Parts 46
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 12, 2026
Tentang Nawa yang tak sengaja bertemu dengan gadis yang baik hati, Kara. Nawa yang memiliki segala kekurangan dan Kara yang akan berusaha melengkapi kekurangan itu. Hari-hari Nawa terasa lebih ringan karena dia bertemu dengan Kara. Gadis baik hati yang selalu ada disampingnya walau terkadang dia sering membuat Kara marah. "Saya bersedia pindah agama, untuk kamu Louise." Ucap nya penuh dengan keyakinan di hati nya. "Apakah kamu yakin Na? Kamu yakin mau meninggalkan agama mu demi aku?" Tanya Kara. Nawa yang duduk di hadapannya mengangguk dengan senyum manis. "Kalau itu keinginan kamu, aku gk bisa melarang kamu. Tapi Na, kamu gk mungkin pindah agama karena cinta kita. Aku rasa ini bu-" "Bukan untuk kamu saja, tapi ini kemauan sendiri. Saya punya alasan untuk pindah agama Louise." Kara tersenyum dan mengangguk mengerti. Dia paham dengan apa yang di maksud dengan Nawa. "Terimakasih karena kamu sudah menemani saya sampai detik ini. Saya harap bisa membalas semua kebaikan kamu." **** Cover by canva Mau tau kelanjutannya? Kuyyy tap aja ceritanya ^^ Selamat membaca, semoga kalian suka sama cerita aku. Vote, komen and view kalian berharga buat aku❤️🎀 Judul lama: Nawasena Judul baru: NARA Star: 8 Desember 2024 End:-
All Rights Reserved
#68
bandung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines