ALMORTAZA

ALMORTAZA

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 13, 2023
"Ratusan kali atmaku kukorbankan agar dapat kembali hidup terjebak dalam dimensi. Hanya demi sepercik binar semesta yang tumbuh dalam nayanikamu, walau pada akhirnya aku harus gamang akan nyata ingatanmu yang telah pupus, permataku" - Rahaka De Lion "Tak pernah secara terang-terangan kurapalkan segalamu pada semesta, aku hanya mengasingkan rupamu di dalam kata tersamarkan diksi-diksi metafora rumit yang menjadikanmu seakan tiada dan menjadikanmu seakan tak bernyawa." - Binar Anyelir Jovanka Fatamorgana fana yang tak diketahui kapan usainya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Tak Terbatas Waktu (On Going)
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • π‹πšπ¬π­ 𝐎𝐟 𝐁𝐞𝐠𝐒𝐧𝐧𝐒𝐧𝐠
  • Sniper Mate: Demon Blood
  • Chain Love
  • My Legend [Niall Horan]
  • Starlight [ complete ]
  • THE FATED 2 ; MY ALPHA
  • Bagai Bunian Merindukan Bulan [End]

Seorang santriwati yang baru lulus dari sekolah sekaligus pesantrennya langsung diboyongkan oleh sang kakak laki-lakinya. Alisa memilih mencari pekerjaan untuk membantu keluarganya daripada berkuliah seperti teman-teman yang lainnya, meski dalam hati dirinya juga menginginkan hal tsb. "Mba Al.. semoga kamu bisa nyusul kita ya.." kata Intan teman Alisa. "Amin... Doain ya mba tan.." balas Alisa. Setelah hampir 2 bulan lulus, akhirnya ia pergi ke kota menemui Hesti tantenya,yang sedang bekerja disana. Pertama kali terjun didunia pekerjaan, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru juga orang baru. "Ternyata kerja selelah dan letih ini, bagaimana dengan ayah dan bunda yang kerjanya diladang panas-panasan... Ya Allah lancarkanlah jalan hambamu ini untuk membahagiakan orang yang Alisa cintai dan sayangi" gumam Alisa sambil meminum tehnya di ruang keluarga Hesti. Gaji untuk seorang pemula masih belum seberapa, Alisa berniat cepat mendapatkan banyak uang untuk diberi ke keluarganya. Namun banyak rintangan dan lika-liku kehidupan yang diberi tuhan untuknya. Ekonomi, teman, keluarga, cinta dan spiritual menjadi satu. "Kamu siapa?" Tanya Alisa kepada seorang gadis yang duduk di ruang pemanggang roti sendirian. "Kamu lupa?" Balasnya malah bertanya kembali ke Alisa sambil menatap datar kearahnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines