Kita dan Takdir Semesta

Kita dan Takdir Semesta

  • WpView
    LECTURAS 1,548
  • WpVote
    Votos 74
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadConcluida sáb, abr 13, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
SMA Negeri 1 Surakarta adalah saksi bisu bagaimana Raya menutupi perasaannya pada Aksa yang selalu menanyakannya tentang proposal kegiatan. Raya menyukai Aksa, Aksa menyukai Prajna. Kisah yang dianggap Raya sangat klise ini ternyata justru menusuknya dari belakang. Semua hal terungkap saat Aksa memberikannya surat. Surat yang seharusnya membuatnya bahagia, justru buat ia menangis sejadi-jadinya. Jika memang benar semesta tercipta karena suatu bintang yang terpecah belah, sekali lagi, Raya begitu beruntung karena tetap ditakdirkan bertemu dengan sosok seperti Aksa. Kita dan Takdir Semesta, untuk dirimu yang selalu menyalahkan raga. ___________________________________ #1 in surakarta #2 in jawatengah #9 in solo
Todos los derechos reservados
#32
jawatengah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Never Be The Same
  • GASA [end]
  • RAKA
  • A Little Love
  • Love Or Hate(End)
  • (TERBIT CETAK) Rasi Bintang di Titik Kulminasi
  • Cinta Terhalang Jabatan
  • Love boyfriend
  • Aksareya
  • Spasi. [TERBIT-OPEN PO✅]

Aku dan kau, kita adalah dua bintang di galaksi yang sama, namun berada pada orbit yang tak pernah berpotongan. Kita bersinar di langit yang sama, berbagi malam yang sama, tetapi tak pernah bisa saling menyentuh. Alasya dan Rey, dua jiwa yang tersesat di antara perasaan dan takdir yang tak bisa mereka kendalikan. Setiap detik di antara mereka adalah ketidakpastian, seakan senja selalu berhenti pada titik di mana mereka bisa bertemu, tetapi tak bisa bersatu. Bagi Alasya, cinta adalah perasaan yang hadir tanpa diminta, namun selalu berakhir dengan pengorbanan. Sedangkan bagi Rey, cinta adalah mimpi yang ingin ia genggam, tetapi selalu lepas seperti pasir di sela jemari. Suatu hari, Rey berbisik, "Aku mencintaimu." Tapi apakah kata itu cukup? Apakah satu kata mampu menghapus segala jarak di antara mereka? Mampukah kata itu mengubah takdir mereka? Alasya dan Rey harus memilih: bertahan dalam keheningan yang aman atau melawan takdir, meski tak ada jaminan akan bahagia. Akankah mereka berani mengubah garis hidup yang telah dituliskan, atau justru membiarkan perasaan mereka menjadi kenangan senja yang tak sempurna?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido