Sambara Lakeswara

Sambara Lakeswara

  • WpView
    Membaca 643
  • WpVote
    Vote 30
  • WpPart
    Bab 16
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Apr 17, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
Seorang pria terlahir menjadi raja dunia yang siap untuk membela kebenaran dengan menjadikan mulia dalam membangun kesempurnaan. Itulah definisi dari arti nama mu yang aku tahu. Kau diciptakan dari segala definisi sempurna yang ada hingga saat kau lahir, kau menciptakan kesempurnaan bagi kami yang merasa kekurangan. Salah satunya, aku. "Terimakasih sudah hadir. Kehadiran mu akan ku ceritakan pada semesta. Tentang kamu, sang Raja Peneduh Kebahagian Jiwa" Terlahir sebagai anak bungsu dari sebuah keluarga berkecukupan, terpandang, memiliki nama, dikenal orang dan menjadi contoh yang disegani membuat hidup seorang gadis bermata coklat terang penuh dengan tekanan dan tuntutan. Harus hidup memenuhi segala ekspetasi, hingga lupa bahwa dunia ini bukan tentang kesempurnaan belaka. Dipahat sedemikian cantik menjadikan dirinya terluka begitu dalam tanpa dirasa. "Kita hidup untuk menjalani rencana Tuhan. Bukan menjadi boneka penuh pahatan" ucap seseorang berhasil menarik dirinya mundur kebelakang. Pertemuan yang tidak disengaja. Pertemuan yang tercipta karena takdir yang ada. Seolah sudah ditadirkan yang Maha Kuasa membuat keduanya bertemu dalam kisah yang tak diduga. Luka yang dimiliki, masa lalu, trauma hingga rasa sakit yang mendera menjadi cerita dalam cinta yang dibangun tanpa kesadaran. Jatuh dalam perasaan masing-masing, hingga lupa bagaimana cara mengungkapkannya. Dirinya dipertemukan olehnya. Perjalanannya ditemani dia. Pria bermata hitam legam dengan penuh sorotan dingin tajam mencekam. Dia hadir membawa cerita, hadirnya senyap namun mengguncang jiwa. Pria itu datang membawa pembelajaran. Dia, mengajarkan arti hidup yang sesungguhnya. Memberikan warna pada hari-harinya. Cinta yang tumbuh adalah rasa yang mendekap sejalannya waktu. Muncul seketika, berwarna, berasa hebat namun membekas tak kunjung usai. Sampai mana rasa ini akan berlanjut? "Mungkin bagimu, aku hanya teman. Tapi bagiku, kamu lebih dari sekedar teman. Kalau aku jujur apakah kamu percaya?"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#118
phobia
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • New Life As Undead {REVISI}
  • FRAGMENT (From ALTERITY)
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Air Mata Cinta
  • (End) Athanasia Wagner 2 : Seven Lights
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • QODARULLAH

[Revisi jika sudah tamat] Pada dasarnya kita hadir sebagai utusan Tuhan dengan segala skenario yang telah di atur. Untuk menolak saja itu tak akan bisa karena kita hanyalah manusia biasa. Seperti sekarang, dua insan yang telah di uji kesabarannya melalui permasalahan yang telah diberikan oleh Tuhan. Bukan, bukan Tuhan gak sayang dengan umat-Nya, hanya saja Tuhan ingin. Tau seberapa kuat dan tabah ketika Tuhan memberi umat-Nya ujian seperti saat ini. ***** "Gue bukan cewek seperti pada umumnya, gue bukan cewek sempurna, gue cewek yang selalu menyusahkan orang lain, hidup gue selalu ketergantungan pada obat-obatan, hampir seluruh anak nggak ada yang mau berteman sama gue selain ketiga cewek itu, gue punya alasan tersendiri. Lo harus bisa ngerti itu, gue cewek lemah yang hidup gue hanya dalam ambang batas." ~Bellvania "Lo nggak tau apa yang gue rasain, lo nggak pernah ada diposisi gue, gue nggak seberuntung kehidupan lo yang masih ngerasain yang namanya kasih sayang. Lo harusnya bersyukur dengan keluarga lo." ~Adeleo #578 in Teenfiction (260517) #344 in Teenfiction (040119) #277 in Teenfiction (180119) #1 in Tomboygirl (040119) #119 in Fiksi remaja (040119)

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan