Jeda
  • WpView
    Reads 844
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 3, 2026
BAGIAN KEDUA DARI LAVA DAN LUKA Setiap kali melihat senja, Lava selalu memikirkan kehidupan. Baginya, senja adalah bentuk paling indah untuk istirahat setelah hari yang melelahkan. Senja bagaikan dermaga yang selalu menjadi tempat bersandar bagi kapal-kapal yang berlayar tanpa tujuan. Dan senja selalu mendengarkan kisah menyedihkan yang bumi ceritakan. Tapi senja hanya datang sebentar, dan Lava sudah lama kehilangan miliknya. Tak ada lagi istirahat, tak ada lagi sandaran, dan tak ada lagi yang mendengarkan. Setelah senja pergi, Lava sendirian. Kini dia terperangkap bersama malam yang panjang; kedinginan. Lalu, mampukah Lava bertahan sampai fajar datang? atau dia akan kalah dan lebur bersama kegelapan? - January 2024 ayang apriliant
All Rights Reserved
#47
tentangkita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dia Sang Bumi Pengagum Senja
  • Senja Kaylara [ END ]
  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • JINGGANYA SENJA (Lengkap)
  • EPOCH [Selesai]✓
  • Fajar dan Senja [SELESAI]
  • Senja dan Jingga
  • Rona & Senja [ON GOING/NEW VERSION]
  • LAVANYA

Hatinya sangat sedih... Hatinya sangat kacau... Dia sedang terpuruk .... Tidak ada bulan sabit yg melengkung ke atas nya... Tidak ada tatapan yang selalu berbinar di matanya... Tidak ada pelangi di sampingnya... Tidak ada cahaya yang selalu menyinari harinya.... Hanya warna hitam dan abu-abu yang di lihatnya... Harinya penuh dengan kesuraman.... Bulannya sudah pergi.... Awan Hitam sudah mengambil bulannya.... Tidak ada bulan yg menyinari nya saat malam.... Hanya langit hitam yg di lihatnya.... Dan dia di pertemukan dengan sang senja.... Hanya sang senja yang menemaninya.... Hanya sang senja yang menyinari nya saat fajar.... Senjalah yang membentuk bibir nya seperti bulan sabit.... senjalah yang membuat matanya berbinar kembali... Senjalah yang menjadi warna favoritnya.... Hanya senjalah yang membuat hatinya bahagia..... Walaupun senja datang nya hanya sebentar.... Tapi itu yang membuat hatinya tenang..... Hari-harinya sudah kembali membaik..... Dan itu berkat sang senja.... Muncul sekejap.... Indahnya selamanya.... Awal publis : 25/04/2023 By, author ( Lidia Lestari )

More details
WpActionLinkContent Guidelines