aku,kamu &jogja

aku,kamu &jogja

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 15, 2023
Cerita ini tentang petualangan dan perjuangan kita berdua di Jogja, sebuah kota yang penuh dengan keindahan dan keajaiban. Kita menjelajahi tempat-tempat ikonik seperti Candi Borobudur dan Kraton Yogyakarta, sambil menikmati kelezatan kuliner khas seperti gudeg dan bakpia. Di sepanjang perjalanan, kita saling mengenal lebih dalam, berbagi cerita, dan menciptakan kenangan indah. Bersama-sama, kita menemukan keajaiban Jogja dan mengalami petualangan yang tak terlupakan.
All Rights Reserved
#12
fiksiii
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yogyakarta Mendarah
  • Antara Cinta Dan Duka
  • TRIPLE J |JenoJaeminJisung|
  • My Duchess / End
  • IBU MERTUA ADALAH MAUT ( TAEKOOK VKOOK ) part 2
  • "Jejak Misteri di Nusantara"
  • Dua Lensa
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • Nostagia dalam perjalanan
  • SENYUMAN TERAKHIR (On-going_Revisi)

❝Shakuntala, di penghujung harimu yang melelahkan, aku harap tanganku, bahuku, dan pelukanku akan menjadi tempat ternyamanmu untuk pulang. Tapi maaf jika di penghujung harimu yang lain, aku tak lagi bersamamu di sini. Kamu tahu, manusia itu datang dan pergi, kamu tidak bisa menahan mereka selamanya di bumi. Maaf, maaf karena pada akhirnya aku pamit undur diri dan perpisahan itu tidak dapat kita hindari lagi. Sampai jumpa di lain hari yang lebih indah, dengan senyum yang merekah lebih dari bahagia, Shakuntala.❞一 Maheesa Djayarinka Laskara Sastra. ❝Maheesa, setelah kamu pergi, Jogja dan semua tentangnya tak sama lagi. Tak ada pelukan hangat darimu lagi, tak ada genggaman erat tanganmu lagi, tak ada bahu bersandar untukku lagi, dan tak ada rumah paling nyaman untukku pulang lagi. Hingga di penghujung hariku tanpa kamu, ketika kisah kita tak lagi sehangat rengkuh, aku pernah berkata padamu, kita adalah satu. Maka padamu, pulangku menuju.❞一Shakuntala Dimitri Mandalingga. Kepada : semesta tanah Yogyakarta, buku ini menceritakan perihal kehilangan-kehilangan pilu, masa lalu yang menciptakan fana semu, dan reluk di penghujung rindu yang ingin menyatu. Tokohnya adalah dua frasa rumpang yang tak pernah rampung, menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang berkabung. Selamat berlabuh di cerita Yogyakarta mendarah, kalian akan diperkenalkan kepada Maheesa dan enam temannya yang memiliki cerita berbeda-beda. Jangan lupakan Shakuntala, puan belahan jiwa, kalau kata Maheesa一Tuan Yogyakarta dan sejuta luka di hidupnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines