Story cover for Ternyata cinta by YuliWidiya6
Ternyata cinta
  • WpView
    Leituras 43,236
  • WpVote
    Votos 784
  • WpPart
    Capítulos 95
  • WpView
    Leituras 43,236
  • WpVote
    Votos 784
  • WpPart
    Capítulos 95
Concluída, Primeira publicação em nov 13, 2023
sudah dua tahun menikah karena perjodohan,sang suami tidak serta mencintainya. Mereka menikah karena perjodohan sehingga suaminya tidak menganggapnya seperti kebanyakan suami pada istrinya. 

Adinda ,menikah karena perjodohan tapi hingga dua tahun pernikahan suaminya tak kunjung mencintainya, dengan terang-terangan suaminya mengatakan hanya mencintai mantan pacarnya. 

Suatu hari Adinda pergi dari rumah meninggalkan suaminya, suaminya merasa bersalah dan menyesal karena telah menyia-nyiakan istrinya. 

Arya :"Tolong kembalilah aku menyesal, ternyata aku mencintaimu." 
  
Seperti apa kisah rumah tangga mereka? 

Apakah mereka akan bercerai?

Simak selengkapnya hanya disini,jangan lupa follow author hehe
Todos os Direitos Reservados
Índice
Inscreva-se para adicionar Ternyata cinta à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#28eveline
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Prenuptial Agreement cover
Cinta Yang Tak Pernah Selesai cover
Serpihan Luka cover
Suami Idaman (TAMAT) cover
Mata Batin Adinda [Tamat] cover
PERNAHKAH KAU MENCINTAIKU (END DI WEBNOVEL) cover
Menyulam Luka Menjadi Cinta  cover
Rayuan Maut Mantan Terindah (Jatah Mantan Series) cover
The Mistress cover
Behind Our Eyes  cover

Prenuptial Agreement

30 capítulos Concluída

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.