(Us) in Another Life

(Us) in Another Life

  • WpView
    Reads 366
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 13 hours ago
2026 Namanya Tiwi. Suka Kiwi, sayur sawi, dan yang paling penting suka Asnawi. Bukan, bukan pemain bola timnas Indonesia yang sedang meniti karir di Thailand itu, ini beda. Nawi-nya Tiwi, gak suka main bola. Sukanya lari kalo Tiwi bergerak mendekat. Nawi-nya Tiwi, gak suka hal-hal berbau Thailand. Tempat para banci katanya. Dan yang paling jelas adalah, Nawi-nya Tiwi gak suka Tiwi. Fakta lapangan yang mau bohong bagaimanapun tetap terpampang nyata. Padahal Tiwi gak ganjen-ganjen amat. Dia cuma sesekali ngelirik kalo lagi paspasan, beli barang yang Nawi suka tapi beda warna, atau jadi yang pertama tau kabar Nawi setiap hari. Begitu terus sampai Nawi bilang, "Gue keganggu Wi. Lo emang gak terang-terangan, tapi gosip soal kita ngeganggu banget. Jadi stop bikin kita seolah kebetulan yang sengaja direka semesta." Waktu Nawi bilang gitu, Tiwi biasa aja. Tapi ntah bagaimana disuatu hari yang gak cerah-cerah amat, peristiwa aneh terjadi pada kehidupan Tiwi. Dia seperti hidup didunia cermin. Berkebalikan dengan dunia sebelumnya. Tiwi benci buah Kiwi, sayur sawi, dan tentu saja super benci sama Nawi. Kok bisa? 2026
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rabu
  • When Lies Bloom like Roses
  • I Wish....
  • Closer to You
  • Seeking Rain
  • The Vocalist [Completed]
  • Jiva Crescendo
  • Prathamam Prem
  • when the story is over
  • Until Forever
Rabu

Jena percaya, waktu bisa menyembuhkan segalanya. Termasuk perpisahan dengan mantan tunangannya yang meninggalkan luka tanpa segera mencari penawar. Sakit itu tidak berisik, tidak juga meledak, tapi justru lukanya semakin dalam saat Jena abaikan. Jena mengubur diri dalam pekerjaan. Menumpuk hari dengan kesibukan, sampai lelah terasa lebih aman daripada harus merasakan apa pun. Sampai sebuah jebakan kecil dirancang sahabatnya, hanya untuk keluar dari cangkang yang sudah lama mengukung. Namun, jebakan itu membawa Jena pada sebuah petualangan baru, bersama teman sekolah yang sudah belasan tahun tidak bertemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines