Sinopsis:
Tiga orang laki-laki pengangguran, tommie, gavin, dan Dean baru saja melaksanakan wisuda namun tanpa mereka sadari ternyata itulah awal dari kehidupan yang sebenarnya, mereka putus asa mencari pekerjaan namun selalu gagal. Suatu hari, tanpa sengaja mereka memasuki sebuah markas besar bawah tanah badan intelijen negara. Terkejut dan panik, mereka tertangkap oleh para agen rahasia.
Alih-alih menyerahkan mereka ke pihak berwenang, para agen justru menawarkan kesempatan kepada Budi, Andi, dan Tono untuk bergabung menjadi agen rahasia magang. Meskipun awalnya ragu, mereka akhirnya menerima tawaran tersebut karena tidak memiliki pilihan lain.
Sebagai agen rahasia magang, tommie, gavin dan dean harus menjalani pelatihan intensif dan melakukan misi-misi berbahaya. Mereka terpaksa menghadapi berbagai tantangan, mulai dari menyelinap ke tempat-tempat terlarang, mengumpulkan informasi rahasia, hingga berhadapan dengan musuh-musuh negara.
Dengan dibantu oleh seorang agen profesional wanita bernama Anya, mereka harus belajar untuk bekerja sama, berpikir cepat, dan menggunakan kemampuan mereka secara efektif. Mereka juga harus menjaga identitas mereka agar tidak terbongkar, sementara berusaha untuk tetap hidup dan menyelesaikan misi-misi yang diberikan.
Seperti apa aksi-aksi yang akan mereka lakukan? Terus ikutan cerita nya, karena akan ada banyak adegan-adegan menarik dalam cerita ini.
Budayakan follow sebelum membaca.
Aksi saling dorong itu tidak berlangsung lama, karena mereka langsung mengepalkan tangan dan meninju satu sama lain. Mereka bergelut, berguling di trotoar, lalu kembali bergulat saling mencengkram tangan dan mencoba saling menjatuhkan. Bahkan wajah mereka sudah ada memar akibat pukulan-pukulan yang mereka layangkan. Entah harus sedih atau senang, tidak banyak orang yang melihat karena kami memang berada di balik mobil.
Aku yang sudah tidak tahan dengan pertarungan mereka akhirnya memutuskan untuk memisahkan mereka dan menempatkan diriku tepat di antara mereka. "Kubilang hentikan!!" kataku merentangkan tanganku ke wajah mereka masing-masing.
-----
Target mereka mulai berani menampakkan wajahnya secara langsung. Tapi untuk menangkapnya, mereka harus berurusan dengan pihak lain yang terhubung dengan tersangka mereka itu.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Kesamaan latar tempat, waktu, karakter, serta nama tokoh hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan untuk dramatisasi penulisan cerita.
Selamat membaca!