We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ARVIN GERALDINE || ON GOING

ARVIN GERALDINE || ON GOING

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 15, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Namaku Arvin Geraldine. Aku tumbuh di bawah cahaya berlebihan-ketampanan, kekayaan, kehormatan. Dan perlahan, semua itu membakar sisi gelap dalam diriku. Orang-orang menatapku seolah aku sempurna. Padahal aku hanya aktor dalam kehidupan yang tak pernah kutulis sendiri. Di rumah, aku tidak dicintai-hanya diwarisi. Di sekolah, aku tidak dipahami-hanya dipuja. Aku hidup seperti bayangan yang disanjung karena bentuknya, tapi tak pernah benar-benar dilihat. Sampai suatu hari... dia datang. Alana Maddison. Gadis yang tidak terpesona oleh dunia-karena mungkin, dia bagian dari kehancurannya. Tatapan matanya seperti jurang. Dingin. Sunyi. Tapi aku tetap melompat ke dalamnya. Bukan karena aku bodoh. Tapi karena aku lelah berpura-pura kuat di tepi. Dan dari sanalah segalanya dimulai. Perlahan, hidupku mulai runtuh. Bukan karena Alana yang jahat. Tapi karena aku yang akhirnya berani menjadi diriku sendiri... dan dunia tidak mengizinkan itu. Mereka pikir aku akan mati karena depresi. Atau karena cinta. Atau karena dendam. Tapi tidak. Aku mati... karena kebenaran yang kutemukan terlalu berat untuk tetap hidup.
All Rights Reserved
#97
goodbye
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines