Dan Kini.

Dan Kini.

  • WpView
    LECTURAS 786
  • WpVote
    Votos 106
  • WpPart
    Partes 58
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, mar 7, 2025
Dan Kini, tidak lebih dari sebuah karangan tidak masuk akal. Berupa puisi yang ditulis hati-hati. Keluh kesah dan keresahan yang tidak pernah berhenti, ialah ide utama dari tulisan ini. Kumpulan tulisan ini tidak banyak yang bersuasana riang, cenderung kelam dengan sedikit satir kehidupan. Dengan membaca puisi dan sastra basa-basi ini, saya harap anda semua dapat lebih memahami literasi yang semakin miris di negri ini. Note: semua puisi tidak perlu dibaca berurutan, bisa dibaca secara acak. Semua tulisan di sini adalah karya original, dilarang melakukan segala macam bentuk plagiasi! ------------ "Setelah kelaparan yang dahsyat. Aku bisa kembali berharap, pada matahari yang memberikan derita. Pada manusia yang amat berdosa." Kutipan puisi; Derita manusia. "Obor yang menyala dalam gelap. Adalah tanda penghakiman berat. Si paling taat berdiri di depan. Manusia tertunduk dibelakangnya." Kutipan puisi; Kebohongan cahaya. "Wahai langit dan bendungan. Ingatkan aku untuk pulang. Agar aku tak merasa muram. Karena berpisah bisa menyeramkan." Kutipan puisi; Bendungan. "Sore nanti semua berhenti. Lampu merah di selatan toko roti. Kereta berjalan hati-hati. Dan dia yang pasti akan pergi." Kutipan puisi; Dia pergi. "Dengan ancaman dalam kertas yang teringat. Orang-orang semakin sedih dan ketakutan. Pria tua yang duduk di belakang, yang menangis paling kencang. Tidak juga terhindar dari sabit malapetaka." Kutipan puisi; Ingkar. "Lima hari lagi, dunia berhenti. Bagaimana menurutmu? Aku berdusta atau bermain-main, Udara? Persetan kalian semua." Kutipan puisi; Satir untuk kita. ------------ Copyright © 2024 by RainZed.
Atribución Creative Commons (CC)
#24
keluhkesah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • BERANDA GIRINDRA
  • Lembut Seperti Doa
  • You're Here, But Not For Me
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • Coretan Literasi Tanpa Dedikasi

rumah yang tadinya harmonis, berubah 180° hanya dalam satu malam,dan di sini lah kehancuran di mulai Entah siapa yang salah di sini,dan siapa yang tersakiti disini, semuanya merasakan sakit yang sama,namun mereka lebih memilih bertahan karena alasan masing masing. "Kita ga boleh benci sama orang yang udah hancurin hidup kita,kita juga ga boleh balas dendam sama orang yang merenggut kebahagiaan kita,semuanya sudah di atur dan tuhan tau mana yang lebih baik"-indah lexia cahya • • • • • • "Kita ga boleh benci sama dia kak,yang salah bundanya bukan dia" ucap indah mengusap lembut rambut panjang putrinya *kalau ga paham deskripsi nya mending langsung baca aja* ⚠️Wajib vote dan komen!!! •sebelum baca ikuti akun ku dulu biar ga ketinggalan info cerita kedua aku,semoga banyak yang suka ya..

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido