Aku Dia Berbeda [END]

Aku Dia Berbeda [END]

  • WpView
    Reads 2,159
  • WpVote
    Votes 168
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Apr 28, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Banyak Typo dimana-mana 🙏 Lagi proses Revisi √ Kita sama, hanya nasib kita yang berbeda _____________________________________ ________ Menceritakan kehidupan Naira dan Kaira. bukan hanya kisah cinta mereka, tapi keluarga dan arti persahabatan ••••••• "Beruntung banget ya jadi Naira, masih bisa nikmatin masa remaja, bisa sekolah sampai lulus dan bisa jadi kebanggaan daddy. Sedangkan aku? Masa depan hancur, berhenti sekolah, hanya jadi beban daddy" Deon melihat istrinya yang mulai menangis ia langsung memeluk tubuh kecil Kaira ••••••••••• "Sampai kapan dia bergantung ke lo? dia juga harus dewasa Nai, biarkan dia menyelesaikan masalahnya sendiri," ujar Arfin "Mommy ngak akan biarkan anak kesayangannya kaya gini. Mommy bakal paksa gue buat selesaikan masalah dia." •|||||• "Maaf daddy gak bisa bantu, kamu sudah dewasa Kai coba selesaikan masalah kamu sendiri" jawab Gio Wanita paruh baya itu tampak tidak setuju dengan ucapan suaminya "apa-apaan kamu mas!! Kamu tega biarkan anak kita menyelesaikan masalah sebesar ini sendiri," ucapnya tidak suka __________________________________ _______ Ini murni dari imajinasi q jika ada nama, tempat atau alur yang sama, itu hanya kebetulan saja. 🚫 DILARANG PLAGIAT 🚫 Peringatan!! -mengandung kata kata kasar -unsur dewasa -kekerasan dll. Cover : buat sendiri Gambar didalam dari : pinterest buat :#5nov2023 Selesai:#28 April 2024
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines