Story cover for Raindrops by Diahpangesti
Raindrops
  • WpView
    Membaca 20
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
  • WpView
    Membaca 20
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
Bersambung, Awal publikasi Mar 24, 2015
Sebuah rintik hujan yang membawa sebuah kisah untuk Azhura yang bahkan tak pernah tahu apa itu cinta sebenarnya.
Apakah pertemuannya dengan pria -yang entah siapa- di sela hujan itu akan membawanya pada kisah romansa layaknya Romeo dan Juliet?
Atau hanya membuat tanda tanya besar yang tak akan pernah terjawab seumur hidupnya?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

1 bab

Daftar untuk menambahkan Raindrops ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
He Wrote My Name Wrong cover
SUMMER RAIN cover
Judul Standar - Tulis Judul Kamu Sendiri cover
Rain; dan Hujan-Hujan Lain di Hidupnya cover
BAD BOY SEKOLAH (SELESAI)  cover
A Smile That Was For No Reason cover
[✔] The Dummy Owl《BokuAka Fanfiction》 cover
| RIKO POLOS | S1 cover
He Is Mine(End) |Bl Lokal cover
Hujan dalam Pandanganku cover

He Wrote My Name Wrong

22 bab Bersambung

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.