Moments in Blue

Moments in Blue

  • WpView
    Reads 316
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 20, 2025
Entah perasaannya valid atau tidak, Kala--Isvara Kalaya Mentari, merasa posisinya sebagai anak kedua sekaligus anak tengah terdengar menyedihkan. Sejak dia sudah dapat memahami berbagai macam perasaan, Kala menyadari bahwa kehadirannya di rumah sering kali tersisihkan. Kala dituntut agar selalu mengalah sebagai 'kakak' untuk adiknya dan mengalah sebagai 'adik' untuk kakaknya. Sementara, dirinya tidak diberikan pilihan sama sekali tanpa adanya embel-embel. Oleh orang tuanya, yang harus didahulukan adalah kakaknya, kemudian sang adik, dan dia berada di urutan paling akhir dalam prioritas orang tua mereka. Dia selalu berharap tentang adanya moment yang dapat membuatnya bersinar tanpa harus dibayangi oleh dua saudaranya. Membuat orang tua Kala melihatnya dengan jelas, tanpa memandang sebelah mata padanya. Sayangnya, yang menyadari hal itu bukan mereka--keluarganya, melainkan orang luar yang baru dikenalnya. Dia Mahendra Cakrawala, memahaminya bahkan untuk detail kecil yang dia sendiri tidak menduganya. *** Jangan lupa vote dan komen sebagai apresiasi untuk meningkatkan semangat aku jika kalian menyukai ceritanya<3 CERITA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN DAN IMAJINASI SENDIRI! DILARANG PLAGIAT DALAM BENTUK APA PUN! --- Cover by Canva copyright © 2025 by nav_nocwnb Thank you --- Started: 03/08/2025 Finished: - (On Going)
All Rights Reserved
#960
greenflag
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines