Moments in Blue

Moments in Blue

  • WpView
    MGA BUMASA 326
  • WpVote
    Mga Boto 19
  • WpPart
    Mga Parte 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Aug 20, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Entah perasaannya valid atau tidak, Kala--Isvara Kalaya Mentari, merasa posisinya sebagai anak kedua sekaligus anak tengah terdengar menyedihkan. Sejak dia sudah dapat memahami berbagai macam perasaan, Kala menyadari bahwa kehadirannya di rumah sering kali tersisihkan. Kala dituntut agar selalu mengalah sebagai 'kakak' untuk adiknya dan mengalah sebagai 'adik' untuk kakaknya. Sementara, dirinya tidak diberikan pilihan sama sekali tanpa adanya embel-embel. Oleh orang tuanya, yang harus didahulukan adalah kakaknya, kemudian sang adik, dan dia berada di urutan paling akhir dalam prioritas orang tua mereka. Dia selalu berharap tentang adanya moment yang dapat membuatnya bersinar tanpa harus dibayangi oleh dua saudaranya. Membuat orang tua Kala melihatnya dengan jelas, tanpa memandang sebelah mata padanya. Sayangnya, yang menyadari hal itu bukan mereka--keluarganya, melainkan orang luar yang baru dikenalnya. Dia Mahendra Cakrawala, memahaminya bahkan untuk detail kecil yang dia sendiri tidak menduganya. *** Jangan lupa vote dan komen sebagai apresiasi untuk meningkatkan semangat aku jika kalian menyukai ceritanya<3 CERITA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN DAN IMAJINASI SENDIRI! DILARANG PLAGIAT DALAM BENTUK APA PUN! --- Cover by Canva copyright © 2025 by nav_nocwnb Thank you --- Started: 03/08/2025 Finished: - (On Going)
All Rights Reserved
#324
broken
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman