( $ ) BLUE WORD | SLOW UP

( $ ) BLUE WORD | SLOW UP

  • WpView
    Reads 252
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 11, 2024
"cuma begitu masih dibangga banggain, letak bagusnya dimana?" "jadi, aku harus sempurna?" Deburan ombak semakin terdengar ketika dengan langkah besar terkesan terburu buru, anak manis dengan pita biru pada ikatan rambut berwarna hitam sedang berlari mendekati bibir pantai dan duduk pada karang besar untuk melihat luasnya dalamnya lautan. ANNOUNCEMENT!! mohon dibaca : - cerita ini murni dari pemikiran penulis, - dilarang meng-copy ataupun mengambil cerita ini tanpa persetujuan penulis, - menggunakan bahasa non baku, dan - mohon bijak dalam membaca.
All Rights Reserved
#512
blue
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When We were Us
  • Of 20❣️ Centimeters ✔️[End]
  • Lautan
  • The Family
  • Y  O  U
  • Debur Ombak
  • Rindu Biru [END]
  • Wrong Dream

Malam itu, hujan mengguyur deras. Shin berdiri di lorong rumah sakit, dengan tangan yang masih gemetar dan langkah yang terasa berat. Pintu di depannya terbuka, tapi bukan kabar bahagia yang ia terima. Hanya kesunyian. Hanya kehampaan. Satu kata, satu kalimat, cukup untuk menghancurkan segalanya. "Bagus? Lagipula kau juga tidak menginginkannya, bukan?" Di antara rintik hujan dan kenangan yang tak kunjung reda, Shin harus menghadapi kenyataan yang selama ini coba ia hindari. Tapi apakah ini akhir, atau justru awal dari sesuatu yang lebih besar?

More details
WpActionLinkContent Guidelines