Dunia Tanpa Emosi

Dunia Tanpa Emosi

  • WpView
    Leituras 7
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, nov 16, 2023
Apa jadinya bila dimasa depan nanti manusia nyaris tidak memiliki empati? Seiring perkembangan zaman dan merajalelanya kapitalisme, setiap orang dituntut untuk bersikap profesional dan mengedepankan logika diatas segalanya. Hal ini terus berlanjut berpuluh-puluh tahun mendatang, tidak hanya aspek profesi namun merambah ke aspek sosial dan keluarga. Manusia sudah hidup berdampingan dengan AI. Pemerintahan diambil alih oleh AI Government yang menjadikan pemerintahan anti korupsi. Banyak profesi yang hancur seperti koki, teller bank, petugas kebersihan, dan lain sebagainya diambil alih oleh AI, mesin, dan Robot. Namun banyak pula profesi baru bermunculan apalahi dibidang IT, dan Teknologi lainnya. Hal ini dinilai oleh PBB sebagai revolusi umat manusia, sampai kasus bunuh diri masal di dunia yang semakin marak terjadi akhir-akhir ini. Setelah diusut akar masalahnya adalah stress dan kesehatan mental yang buruk. Hingga presiden ke 200 RI Bapa Felix menciptakan alat pengukur kadar emosi, dan Memprioritaskan orang-orang dengan kadar emosi 10% keatas sebagai prioritas yang mendapatkan perlakuan khusus untuk memecahkan masalah bunuh diri masalah dan kesehatan mental.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • GAIA : Last Hope
  • Laughter in the Chaos - (Tamat)
  • BIOPOCALYPSE : Extinction
  • Sisa Waktu The Series : AVA & 14 Days Protocol
  • 12 Scientists (Indonesian Ver.)
  • Power Under The Dome
  •  Ilusi Kebebasan
  • AKU, NIHILIS

Tahun 2099. Bumi sekarat. Langit bukan lagi biru, udara menghitam oleh polusi, dan lautan berubah jadi lumpur beracun. Umat manusia tidak lagi bertahan-mereka hanya menunda kepunahan. Di tengah reruntuhan dunia yang dikendalikan oleh rezim korup dan propaganda masif, satu harapan terakhir muncul: Project Gaia, sistem penyelamat lingkungan yang telah lama dikubur oleh pemerintah. Devano Magasky Darmawan, seorang jenius teknologi, memilih melawan. Dikhianati oleh masa lalu dan diburu oleh teman lamanya yang kini menjadi musuh, ia membentuk tim pemberontak dari beragam latar belakang: hacker, teknisi, sniper, mantan militer, ilmuwan, hingga informan bawah tanah. Bersama, mereka menyusun rencana paling mustahil-mengaktifkan Gaia dan menghidupkan kembali planet yang nyaris mati. Namun misi ini bukan sekadar soal mesin dan data. Ini adalah pertarungan moral dan identitas. Siapa yang layak dipercaya? Apa arti pengorbanan dalam dunia yang sudah rusak? Dan apakah dunia yang baru layak diperjuangkan, jika harus mengorbankan sisi manusiawi kita? Di balik aksi sabotase, infiltrasi, dan kejar-kejaran maut, ada pertanyaan yang terus menghantui mereka: Bisakah manusia ditebus? Ataukah kita hanya layak punah bersama bumi yang kita rusak?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo