Tentang Rakafka. Remaja yang sibuk pada dunianya, dunia monotonnya. Si yang selalu mengerti apa yang orang mau, tapi susah untuk mewujudkan yang dia mau. Kafka yang berbeda, remaja yang tak biasa. Hidupnya indah, tapi banyak yang tak tau dengan dirinya, sekalipun... keluarganya.
"Kenapa kamu biasa aja, padahal ini nyakitin Mama banget.. Kenapa bisa? Kenapa nggak mau bagi sakitnya Kafka ke Mama?"
"Gakpapa ya, Ma, aku gakpapa, kok."
______________________________
Sampai bertemu dengan ke-absurd'an Kafka, ya teman~
Rasa sakit menjadi alarm atau penanda bagi kita bahwa tubuh sedang tidak baik-baik saja.
Ia memberikan sinyal kepada kita untuk lebih peduli atau mulai mengobati rasa sakit tersebut. Lalu bagaimana jika orang itu kehilangan rasa sakit? seperti yang di alami pemuda bernama Nendra Pancakara, akrab di panggil dengan nama Kara. Seorang remaja yang memiliki kelainan pada tubuhnya, karena Kara tidak dapat merasakan rasa sakit sedikit pun.
Kara memiliki saudara kembar yang bernama Rayanka Dikta, atau biasa di panggil dengan nama Anka.
Mereka berdua di perlakukan berbeda dengan oleh kedua orang tuanya, Anka hidup penuh kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya sedangkan Kara, anak yang di benci kedua orang tuanya hanya karena dia tak mampu seperti yang orang tuanya inginkan.
Lalu bagaimana cerita selanjutnya? akankah mereka menyadari adanya keanehan dalam tubuh Kara? mari kita lihat sama-sama.