Coffee Candy

Coffee Candy

  • WpView
    Reads 352
  • WpVote
    Votes 96
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 7, 2023
Sesilia Dwi Kanaya, itulah nama salah seorang pegawai kantoran di sebuah perusahaan bagian divisi keuangan. Di usianya yang menginjak 25 tahun, dia masih saja melajang dan belum pernah berpacaran. Padahal, bisa dikatakan dia adalah tipe wanita yang diidam-idamkan oleh banyak pria. Cantik, pintar, sopan, dan elegan, adalah penggambaran yang orang lain deskripsikan untuknya. Hanya saja, sampai sekarang tidak ada yang berhasil menarik perhatian Sesil. Sesil seakan acuh tak acuh terhadap pria yang sengaja mendekatinya. Sampai pada akhirnya, dia dipertemukan dengan pegawai pindahan dari kantor cabang perusahannya. "Dia itu gaul, tapi tau batasan. Ramah, tapi gak berlebihan, pokoknya ada aura akhi-nya gitu, deh. Sedangkan gue ... gak ada aura ukhtinya sama sekali. Gue itu ibarat kebagian ukh-nya doang." - "Maaf sebelumnya, Mbak Sesil ada kertas kosong yang nggak dipake?" "Oh, ada kok." "Kalo pulpennya, ada juga nggak?" "Ada." "Kalo calon suami ... udah ada belum?" " ... "
All Rights Reserved
#829
jodoh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terlanjur Resepsi
  • Two Wedding
  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)
  • Mas Jaksa, Anak Bapak Kos!
  • Bagaimana, Pak? (Complete)
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Dear Mia
  • Satu Hati, Dua Generasi

Kiran Mahesa, bujang lapuk yang ditinggal nikah oleh para adiknya. Diusia nya yang menginjak 32 tahun, dia sudah kebal digosipin disana sini. Dia nggak mau ambil pusing, selama makan nya cukup, gaji nya nggak dipotong dan cicilannya lancar. Dia bodo amat mau digosipin apa aja. Tapi berbeda jauh dengan sang ibu, yang semakin lama semakin khawatir karena anak sulung nya itu nggak menunjukkan tanda-tanda ingin beristri. Alhasil sang ibu semakin gencar mempromosikan anaknya kesana kemari. Terhitung sudah lebih dari 20 kali dia mengikuti kencan buta. Tapi semua yang mendekati Kiran nggak pernah bertahan lama. "Jangan kelamaan lajang, ntar expired." Ceramah bocil kemaren sore yang dulu nya doyan nongkrong di empang rumahnya. "Anak kecil gausah banyak omong." Balas Kiran cuek. "Aku udah gede ya, bang. Udah 23 tahun. Udah bisa jadi bini orang." Sungut perempuan tersebut kesal. Kiran melirik keatas dan kebawah secara seksama. Kemudian terkekeh pelan. "Nggak tuh, masih kecil." "SETAN!" *** Start : Sept 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines