Story cover for Falling Into You by putriss91
Falling Into You
  • WpView
    Membaca 9
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
  • WpView
    Membaca 9
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
Bersambung, Awal publikasi Nov 17, 2023
Sebuah kisah asmara yang cukup klasik di kalangan remaja yakni mengenai seorang gadis yang random jatuh hati pada pandangan pertama ketika ia tak sengaja bersitatap dengan seorang cowok yang cukup pendiam namun jika bersama teman-teman terdekatnya ia akan bersikap seperti biasanya.

From this :
"So kegantengan banget tu cowok padahal lebih ganteng Park Chanyeol daripada dia, cih"

To this :
"Cakep bener kesayangan aku, semangat main basket nya sayang"

Awalnya mereka berfikir bahwa bertatapan mata ini hanya sebuah kebetulan saja, namun seiring berjalannya waktu semua ini bukan lah hanya sebuah "kebetulan" saja melainkan takdir yang mempertemukan mereka. Akan kah mereka mau menerima "takdir" tersebut atau tetap bersikukuh menganggap itu semua hanya "kebetulan" belaka?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

1 bab

Daftar untuk menambahkan Falling Into You ke perpustakaan Anda dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Capricorn oleh Baperterussss
11 bab Bersambung
"Aku suka sama Kak Al." Rea mengatakannya tanpa ragu. Tenang. Pelan. Tapi dalam dadanya, jantungnya berdebar seperti genderang perang. Lapangan basket sore itu sepi. Matahari sudah tenggelam separuh, menyisakan semburat jingga yang menggantung di langit. Angin membawa bau rumput basah dan suara tiang ring basket yang berderit pelan. Di tengah sunyi itu, Rea berdiri, seragamnya masih rapi, rambutnya dikuncir seadanya, dan matanya menatap Kak Al, lurus. Alvano menoleh, pelan. Keringat masih menempel di pelipisnya, dan bola basket tergenggam di tangan kirinya. Ia diam. "Apa tadi?" tanyanya, suaranya rendah. Tidak kaget. Tapi juga tidak menjawab. Rea menarik napas. Ia benci mengulang. Tapi kali ini berbeda. "Aku suka sama Kak Al," ulangnya, lebih lirih. "Dari awal aku lihat Kakak main di lapangan. Aku tahu ini mungkin... aneh. Tapi aku cuma pengen jujur." Ia tidak terbiasa berkata seperti ini. Tidak terbiasa membeberkan isi hati. Tapi Rea bukan pengecut. Ia adalah seseorang yang lebih takut menyesal karena diam daripada malu karena gagal. "Aku tahu Kakak mungkin nggak mikir apa-apa. Tapi aku cuma pengen bilang," lanjutnya. "Supaya kalau besok-besok aku canggung atau... ngelihatin Kakak diam-diam, Kakak tahu alasannya." Sunyi. Kak Al memutar bola basket di ujung jarinya. Lalu berhenti. Tatapannya tidak tajam, tapi ada sesuatu yang menggantung di dalamnya. Berat. "Rea..." katanya. Lembut. Tapi nadanya membuat dada Rea mengeras. "Kamu manis. Kamu juga berani. Tapi..." Rea mengangguk pelan, mencoba tersenyum meski wajahnya menegang. "Aku udah punya pacar." Deg. Rea tidak menangis. Tidak mundur. Tidak bertanya siapa. Ia hanya berdiri. Diam. Lalu berkata, "Nggak apa-apa, Kak." Yang tidak dia tahu, pacar Kak Al itu... adalah Dara. Kakaknya sendiri. Dan semuanya... baru saja dimulai.
Arseta's Last Step [✔] oleh Okanarsa
41 bab Lengkap Dewasa
Bukannya bermaksud melupakan Tari atau pula melupakan janji yang pernah Arseno ucapkan. Hanya saja Arseno terlalu fokus dengan karirnya yang baru saja berkembang setelah berhasil tamat sebagai lulusan S1 dijurusan Teknik Mesin. Demi apapun, Arseno tak pernah sekalipun bisa berhenti merindukan gadis yang tak pernah bisa ia miliki itu. Tapi karena rasa rindu itu pula yang menjerat Arseno dalam skandal dengan seorang artis cantik bernama Lorena Azzilla. Arseno lepas kendali, pergi ke klub demi mengenyahkan nama Tari sejenak, bermain dengan alkohol, dan secara kebetulan Illa berhasil menyentuh sisi lemahnya yang membuat mereka berdua berujung meninggalkan klub dengan saling bergandengan tangan. Tentu saja media menganggap hal ini sebagai sesuatu yang bagus untuk dibahas. Sebab sebelumnya, ada kabar simpang siur soal Arseno dan Illa yang memiliki hubungan. Tapi Arseno selalu menepis hal tersebut. Ditambah lagi Arseno tak sengaja bertemu dengan Tari di rumah sakit tempat Galen dirawat-pura-pura sakit-disaat Illa sengaja menggandeng Arseno untuk mendapat perhatian media lebih banyak, membuat keadaan kian runyam. "Gue udah tunangan, lihat? Bukan cuma lo yang bisa melupakan disini, Kak," ucap Tari saat diujung cek-cok mereka yang sukses membuat Arseno seakan kehilangan pijakan. "Gue dan lo udah selesai dari 7 tahun yang lalu, bukan? Itu cerita lama masa SMA kita yang begitu kekanakan, nggak ada yang bisa dituntut dari janji yang tak bertanggung jawab." Sebenarnya apa yang benar-benar Arseno miliki dari perjalanan perasaan bernama cinta yang abstrak ini? Apa arti perjuangannya selama 8 tahun ini? Apakah demi perasaan yang Arseno miliki, agar bisa memenuhi janji masa lalu? Apakah demi hobi, atau justru hanya sekedar tuntutan hidup sebagai seorang pria? Kenapa Arseno bisa sebegitu kokoh mempertahankan nama Tari didalam hatinya? (Jangan lupa follow IG: @/Okanarsa for more content❣️) [Sequel book My Illegal Boyfriend]
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
Capricorn cover
Possesive Playboy cover
Zero : The Beginning  cover
Raquilla cover
Arseta's Last Step [✔] cover
Arsyilazka cover
PESAN TERAKHIR [END] cover
LENATHAN (hiatus) cover
RAKASYA [TERBIT] cover

Capricorn

11 bab Bersambung

"Aku suka sama Kak Al." Rea mengatakannya tanpa ragu. Tenang. Pelan. Tapi dalam dadanya, jantungnya berdebar seperti genderang perang. Lapangan basket sore itu sepi. Matahari sudah tenggelam separuh, menyisakan semburat jingga yang menggantung di langit. Angin membawa bau rumput basah dan suara tiang ring basket yang berderit pelan. Di tengah sunyi itu, Rea berdiri, seragamnya masih rapi, rambutnya dikuncir seadanya, dan matanya menatap Kak Al, lurus. Alvano menoleh, pelan. Keringat masih menempel di pelipisnya, dan bola basket tergenggam di tangan kirinya. Ia diam. "Apa tadi?" tanyanya, suaranya rendah. Tidak kaget. Tapi juga tidak menjawab. Rea menarik napas. Ia benci mengulang. Tapi kali ini berbeda. "Aku suka sama Kak Al," ulangnya, lebih lirih. "Dari awal aku lihat Kakak main di lapangan. Aku tahu ini mungkin... aneh. Tapi aku cuma pengen jujur." Ia tidak terbiasa berkata seperti ini. Tidak terbiasa membeberkan isi hati. Tapi Rea bukan pengecut. Ia adalah seseorang yang lebih takut menyesal karena diam daripada malu karena gagal. "Aku tahu Kakak mungkin nggak mikir apa-apa. Tapi aku cuma pengen bilang," lanjutnya. "Supaya kalau besok-besok aku canggung atau... ngelihatin Kakak diam-diam, Kakak tahu alasannya." Sunyi. Kak Al memutar bola basket di ujung jarinya. Lalu berhenti. Tatapannya tidak tajam, tapi ada sesuatu yang menggantung di dalamnya. Berat. "Rea..." katanya. Lembut. Tapi nadanya membuat dada Rea mengeras. "Kamu manis. Kamu juga berani. Tapi..." Rea mengangguk pelan, mencoba tersenyum meski wajahnya menegang. "Aku udah punya pacar." Deg. Rea tidak menangis. Tidak mundur. Tidak bertanya siapa. Ia hanya berdiri. Diam. Lalu berkata, "Nggak apa-apa, Kak." Yang tidak dia tahu, pacar Kak Al itu... adalah Dara. Kakaknya sendiri. Dan semuanya... baru saja dimulai.