Story cover for SHANNARA by Nc_Grntea
SHANNARA
  • WpView
    GELESEN 95
  • WpVote
    Stimmen 18
  • WpPart
    Teile 4
  • WpView
    GELESEN 95
  • WpVote
    Stimmen 18
  • WpPart
    Teile 4
Laufend, Zuerst veröffentlicht Nov. 17, 2023
*Follow my Account*

• Jangan lupa like yups Supaya semangat 
• tinggalin jejak kalian di kolom komentar 
• Happy joyous Reading 🌺

___________________________________

Kisah tentang Anna, Gadis berparas cantik yang selalu bertarung dengan langit retaknya. gadis yang selalu memaksakan diri bertahan pada lingkungan yang tak ada henti untuk menyakitinya.

Perjalanan Hidup Anna dengan segala perihal luka menjadikan perjalanannya penuh sayatan. ia hanya ingin dimengerti oleh orang-orang yang tidak mengerti dirinya, ia hanya ingin tenang menjalani sisa hidupnya.

sampai akhirnya ia kerap menyerah, segalanya terasa begitu berat. bukan hanya bertarung dengan keadaan sekitar, tapi bertarung dengan diri sendiri itu jauh lebih melelahkan.

selamat datang dicerita hidup Anna.
-----------------------------------------------------------------

.
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie SHANNARA zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 10
The Wolfe's Countdown cover
Change The Plot (Niel)   cover
One Shoot my baby KIM SUNOO🔞! cover
Me Become An Extra (Arvie) ✓ cover
BACKSTREET  cover
REGAN's Crazy Wife cover
Chana's Transmigrasi cover
[TAMAT] Violathan: The Male Lead Doesn't Know I'm Pregnant with His Baby cover
Whispers In The Dark cover
Our ribbon  cover

The Wolfe's Countdown

47 Kapitel Laufend

Tanpa bicara sepatah kata pun, Axel berjalan menuju ranjang. Dia duduk di tepi kasur, memunggungi Lucia, lalu mulai melepas sepatunya. Lucia gemetar hebat. Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus membantunya? Atau diam saja? Axel menoleh ke samping, menatap Lucia yang sedang memeluk lututnya sendiri seperti landak ketakutan. "Kenapa kau duduk di situ seperti patung?" tanya Axel, suaranya serak dan dalam. "S-saya... menunggu instruksi, Tuan," cicit Lucia. Axel mendengus. Dia berbaring telentang di kasur, mengambil tempat yang luas, menyisakan sedikit ruang untuk Lucia. Dia menatap langit-langit kamar yang tinggi. "Berbaring," perintah Axel.