TULISAN BERTINTA HITAM

TULISAN BERTINTA HITAM

  • WpView
    Reads 201
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 17, 2024
Tulisan Bertinta Hitam adalah buku yang menghadirkan kumpulan kutipan dan pesan-pesan inspiratif tentang kehidupan dan cinta. Setiap kata ditulis dengan penuh makna, menyentuh hati pembaca, dan mengajak untuk merenungi perjalanan hidup serta perjuangan cinta. Dengan nuansa sederhana namun mendalam, buku ini berusaha menjadi teman bagi mereka yang mencari motivasi dan penghiburan di tengah gelapnya kehidupan. Sesuai dengan judulnya, tinta hitam menjadi simbol kekuatan untuk menuangkan pikiran dan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang abadi.
All Rights Reserved
#696
mutiara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F.R.I.E.N.D.S ; The reason of parting (END)
  • LEBUR JIWA [Lengkap]
  • Dendam Cinta Tuan Sagara
  • Cahaya [COMPLETED]
  • JANTRA JALA JIWA
  • Jejak Luka, Jejak Cinta (TAMAT)
  • [ALS] - Antara Langit dan Samudra
  • Literatur Bernyawa [COMPLETED]
  • Kutu Kata Tak Terkutuk #wattys2020

"Aku sangat mencintainya. Setiap malam aku selalu memikirkannya. Tapi apa dayaku? Di matanya aku hanyalah sahabat yang mungkin sudah dianggap seperti saudara sendiri. Kerap kali aku cemburu ketika dia bersama dengan wanita lain. Namun dia selalu tidak menganggap kegusaran hatiku. Membiarkan aku tenggelam dalam kepedihan, sendirian." "Dia cantik, sejak awal aku memandangnya telah ada rasa yang tak biasa. Matanya selalu mengundang getaran yang mendesirkan darah, mendebarkan jantung, hingga jari-jari bergetar hebat. Tapi rasa hanya sekadar rasa. Aku tak mampu untuk mengungkapkannya. Kedekatan kami tidak seromantis itu. Ada tembok besar berkedok persahabatan yang menghalangi hatiku untuk berbisik ke telinganya. Mungkin hingga kini dia pun hanya menganggapku tak lebih dari sekadar sahabatnya." "Biarlah aku diam, meski sebenarnya sangat ingin mengutarakan. Acapkali, menjadi pembohong itu perlu. Karena memang tidak semua kejujuran itu baik adanya. Mungkin selamanya hanya aku yang tahu tentang perasaan ini. Sudah tekadku. Demi kamu, demi dia. Demi kita."

More details
WpActionLinkContent Guidelines