Pink Ribbon (Slow Update)

Pink Ribbon (Slow Update)

  • WpView
    LECTURAS 7,006
  • WpVote
    Votos 445
  • WpPart
    Partes 18
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, oct 13, 2015
WpInfo
Ficción
Romance
[cerita klise, endingnya bakal ketebak pertama baca. Saran aja sih, jangan buang-buang waktu kalian buat baca cerita ini.] Cerita tentang gadis pecinta pita merah muda, tentang sahabat masa kecil yang akhirnya bertemu kembali. Tentang cinta pertama seorang Ficana, dan tentang takdir Tuhan yang begitu menakjubkan. ------- "Karena se-tidak mungkin kamu memilikinya, pasti ada walau hanya sekali lintasan pikiran tentang harapan untuk memilikinya." -Fajrias Dylan Saputra- "Cinta pertama yang tak pernah kuduga akan se-rumit ini. Takdir Tuhan yang tak pernah kupercaya bisa se-menakjubkan ini." -Ficana Emilia Agatha- "Andai dia orang pertama, akan kubuat dia bersamaku selamanya." -Rivan Graha Putra-
Todos los derechos reservados
#17
dylan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Senandika Luka [Lengkap] ✔
  • Horibble Woman (END)
  • AETERNA  | Selesai✓
  • I Became The Antagonist
  • It Was Always You
  • Bad and Good
  • VinRi
  • Transmigrasi Adella

"Bruk!' "Aduhh pantat gue!" ringis Alya lalu menepuk-nepuk pantatnya yang baru saja berciuman dengan lantai. "Lo makanya kalo jalan pake mata!" ketus Alya. Sedangkan cowok yang didepannya hanya memasanag wajah datar andalannya. "Dimana-mana kalo jalan itu pake kaki bukan pake mata" ucap cowok sambil tersenyum sinis. "Arghh! Lo tuh ya pagi-pagi udah bikin gue kesel aja!" ucap Alya mengebu-gebu. "Bodoamat" ucap cowok itu cuek lalu melanjutkan langkahnya. "ATTHEO ADINATA BRAMASTA! GUE BENCI LO!!" teriak Alya membuat Theo menghentikan langkahnya dan membuat beberapa ornag menatap mereka berdua penasaran. Theo berbalik lalu berjalan menuju Alya yang masih dengan mukanya yang memerah karena menahan marah. "Iya sekarang lo boleh benci sama gue tapi-" Theo membungkuk badannya lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Alya. "Suatu saat lo bakalan Cinta sama gue, karena dari benci bisa jadi Cinta" bisik Theo membuat beberpa orang disana berteriak histeris, sedangkan Alya hanya mematung mendengar ucapan Theo. Setelah membisikan kata itu Theo pergi meninggalkan Alya yang masih diam mematung ditempat. Hola guyss gimana kelanjutan cerita guyss? Penasaran? Makanya baca cerita lengkapnya ya!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido