Pink Ribbon (Slow Update)

Pink Ribbon (Slow Update)

  • WpView
    Membaca 7,006
  • WpVote
    Vote 445
  • WpPart
    Bab 18
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Okt 13, 2015
WpInfo
Fiksi
Romansa
[cerita klise, endingnya bakal ketebak pertama baca. Saran aja sih, jangan buang-buang waktu kalian buat baca cerita ini.] Cerita tentang gadis pecinta pita merah muda, tentang sahabat masa kecil yang akhirnya bertemu kembali. Tentang cinta pertama seorang Ficana, dan tentang takdir Tuhan yang begitu menakjubkan. ------- "Karena se-tidak mungkin kamu memilikinya, pasti ada walau hanya sekali lintasan pikiran tentang harapan untuk memilikinya." -Fajrias Dylan Saputra- "Cinta pertama yang tak pernah kuduga akan se-rumit ini. Takdir Tuhan yang tak pernah kupercaya bisa se-menakjubkan ini." -Ficana Emilia Agatha- "Andai dia orang pertama, akan kubuat dia bersamaku selamanya." -Rivan Graha Putra-
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#28
rivan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Horibble Woman (END)
  • ESCAPE. | Jake - Yujin ✓
  • Transmigrasi Adella
  • TRAP!
  • Zeyara: Extraordinary Love In a Novel World
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • Senandika Luka [Lengkap] ✔
  • Into You [TAMAT]
  • AETERNA  | Selesai✓

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan