Patient 152
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 22, 2024
Ashval, pasien nomor punggung 152 yang sudah lama di lockdown dari rumah pun diantar jemput mobil ambulans ke Ishtar Hospital. Namun kejadian fatal yang tidak diinginkan terjadi. Insiden tabrakan kecil antar dua ambulans di jalan raya membuat Ashval dan pasien ambulans lain bertukar lokasi tujuan. Ashval salah tujuan, dilarikan ke rumah sakit jiwa Dominister Hospital, gedung bangunannya mirip seperti penjara lapas. Terkurung dalam ruang tindakan yang begitu ketat membuat Ashval kurang nyaman dan tidak yakin dia akan sembuh. Menjumpai sejumlah pasien berperilaku aneh dan gila yang membuat keributan di Dominister Hospital. Tetapi yang membedakan diantara semua pasien adalah pasien tetangga Ashval si penyuka gelembung, Bubu. Ashval dan Bubu berusaha menguatkan diri satu sama lain, menemukan kejanggalan di rumah sakit Dominister yang kurang pengawasan, bahkan kontrol pemeriksaan pasien. Mereka hanya berdua menghadapi situasi kekacauan di dalam setiap ruangan yang tidak terkendali, tanpa bantuan profesional. Dominister memperlakukan pasien secara tidak adil, memanfaatkan mereka untuk cari keuntungan dan menambah korban lain dengan tawaran murah. Mereka ingin menghapus data orang-orang sakit jiwa yang bikin masyarakat resah. Ashval dan Bubu adalah sasaran empuk yang harus dipisahkan, dibikin menderita dan dibiarkan sengsara dalam rumah sakit dengan minim layanan psikiater. Semakin banyak korban mati kelaparan, gantung diri, teraniaya, bahkan terlentang tanpa bernapas di berbagai tempat. Melakukan segala cara terbaik untuk menyingkirkan orang Dominister, Ashval membuat gerakan operasi penyelamatan besar dan rencana kabur dari rumah sakit neraka dunia bagi Bubu. Keluar dari Dominister, Ashval buktikan bahwa dia bukan lagi orang gila yang hobi ngomong sendiri, Bubu membatasi dirinya dengan mainan gelembung. Dan semua pasien yang sembuh mampu hidup normal di dunia ini.
All Rights Reserved
#23
patient
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE IN MENTAL DISORDER [ ENDING ]
  • My Devil Doctor ✓
  • Kode Biru
  • Sebuah Tanggung Jawab Kecil
  • AZELLIA
  • TAK SEHARUSNYA
  • VeeNara
  • My Beloved Revenge [END]

Dalam dunia yang dipenuhi kekuasaan, darah, dan rahasia kelam, Nathan hidup sebagai sosok yang ditakuti. Seorang CEO sukses, dokter ternama, sekaligus mafia berpengaruh, pria berusia 26 tahun itu berdiri tegap dengan tubuh tinggi kekar dan otot yang sempurna. Namun, di balik sosok dingin, cuek, dan pemarah itu, ada satu titik lemah yang tak pernah ia sangkal-Isabella. Isabella, atau biasa dipanggil Isa, adalah seorang mahasiswi perkantoran berusia 19 tahun yang rapuh secara mental namun begitu murni. Tubuhnya mungil, ringan, dan mudah Nathan gendong ke mana pun ia mau. Isa hidup dalam bayang-bayang depresi mayor sejak kecil, membuatnya sering tenggelam dalam dunia sendiri, namun ia tetap mampu menebar cahaya lewat senyuman kecil, suara nyanyiannya, atau coretan gambarnya. Nathan yang dikenal sebagai red flag bagi dunia, berubah menjadi pribadi penyabar dan sangat posesif hanya untuk satu orang: Isabella. Di sisinya, Nathan melepas semua topeng kejamnya. Ia akan memasakkan makanan favorit Isa, memainkan gitar untuk menenangkannya, dan mengangkat tubuh mungil gadis itu ke pelukannya setiap kali Isa mengalami serangan panik. Sementara Isa, dengan segala kelemahannya, justru menjadi satu-satunya kekuatan yang bisa menenangkan badai dalam diri Nathan. Ini bukan kisah cinta yang manis. Ini tentang dua jiwa rusak yang mencoba menyembuhkan satu sama lain. Cinta yang lahir di tengah kekacauan mental. Brutal, tapi nyata. Penuh luka, tapi tetap cinta. Karena bagi Nathan, hanya Isabella yang bisa membuatnya hidup. Dan bagi Isabella, hanya Nathan yang bisa membuatnya merasa aman-meskipun ia adalah ancaman bagi dunia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines