ARKANTARA I: MUTIARA

ARKANTARA I: MUTIARA

  • WpView
    Reads 726
  • WpVote
    Votes 251
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 11, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Sekilas, Tiara nampak seperti gadis biasa. Nilai-nilainya rata-rata, dia tidak pandai dalam olahraga, dan mukanya tidak biasa saja. Dia juga berteman seperti anak-anak lainnya. Namun, ada satu rahasia yang dia tutup rapat-rapat dari teman-temannya. Hal itu adalah fakta bahwa Tiara adalah seorang peretas handal dengan nama Crazy Diamond. Tetapi, semuanya berubah begitu seorang murid baru datang ke kelas Tiara. Arkan, berbanding terbalik dengan Tiara, adalah sosok yang sempurna. Dia pandai dalam pelajaran, jago olahraga, dan terlebih lagi, tampan. Tiara mulai naksir pada Arkan, hanya saja, sulit baginya untuk mengakui hal itu. Apalagi, Tiara punya pengalaman buruk dalam cinta yang membuatnya kapok untuk membuka hati. Mampukah Arkan mengubah pandangan Tiara tentang cinta? Akankah rahasia kecil Tiara terbongkar? Dan apa yang terjadi pada Tiara begitu mengetahui bahwa dirinya 'diburu' oleh berbagai pihak? Start: 20/01/2023 End: ??? *Cerita ini diikutsertakan dalam event PENSI 7 Teori Kata Publishing*
All Rights Reserved
#58
teorikatapublishing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BACK [END]
  • However, We Are Together ✓
  • DANGEROUS SCHOOL
  • Crazy Over You ✔
  • [SCC: 2] RADEN BAGASKARA
  • 𝐀𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐒𝐈
  • Kiara's Secret
  • I'M NOT STUPID! [TELAH TERBIT] ✓
  • PANTHERO SECRET [END]
  • A.M.O.R.A [ TERBIT ]

Untuk info pemesanan DM Instagram @a_pjlst Rank: # 1 - bunuh diri (20 Desember 2023) # 1 - pembalasan (16 Mei 2024) # 2 - dendam (20 Mei 2024) # 3 - misteri (7 Juli 2024) Kedatangannya bagai bom waktu, terutama untuk mereka yang menjadi dalang dari kematian gadis itu. Aura Bercly Alexander, ia kembali untuk menghukum mereka yang menutup mata akan ketidakadilan. Tak ada tatapan sendu, takut atau jalan menunduk, kini hanya ada tatapan mengintimidasi yang ia layangkan. "Ngga mungkin kan dia, kembali?" "Please, bilang ke gue ini cuma prank!" Sesekali ia tersenyum menatap seluruh penghuni sekolah dari atas gedung berlantai 3 itu. "Bukankah kurang lengkap jika kebahagiaan tanpa adanya ketakutan?" ••• PLEASE DON'T COPYRIGHT MY WORK!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines