We hebben onze Inhoudsrichtlijnen bijgewerkt.
Bekijk de nieuwste richtlijnen om veilig verhalen te blijven delen.
HALLO??
  • WpView
    reads 8
  • WpVote
    Stemmen 3
  • WpPart
    Delen 2
WpMetadataReadVoor volwassenenCompleet zon, dec. 10, 2023
WpInfo
Fictie
Romantiek
Jika ada sebuah kata yang ingin diucapkan untuk menunjukan bagaimana dan mengapa ini terjadi pada saat ini aku ingin mengatakan kata TAII sekeras kerasnya. mengambarkan bagaimana menjijikan dan kotornya manusia yang sialnya sudah ku anggap sebagai saudara sendiri di depanku dengan tanpa sadarnya bahwa aku melihat kelakuannya sedari keluar dari rumah hingga kini melihat mobil berjarak tidak lebih 300 meter didepan sana bergoyang. bagaimana matahari di atas sana juga ikut menertawakanku dengan di hujaninya aku dengan panas yang menyengat kulit putih ku menjad memerah terbakar. meskipun begitu aku tidak gentar membawa mata coklatku menatap sebuah pungung telanjang yang menempel di jendela bangku depan itu. aku mendengus keras saat ku rasa sebuah getar di saku rok kananku menganggu. tanpa ku lihat siapa yang menelpon aku menekan tombol hijau pada benda pipih yan g yang baru ku beli awal tahun ini . Hallo??
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • Full Of Scratches
  • Cool Man
  • RAKAALENA
  • Unpredictable Love
  • It's all About You
  • Secarik Kertas Pengantar Tidur
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Bertaut Rasa (Gratis)

Seratus Meter dari Hatimu Dulu, kupikir jarak paling rumit adalah antara dua kota. Antara kampung halaman dan ibu kota. Antara kenyamanan yang kutinggalkan dan dunia baru yang sedang kucoba taklukkan. Tapi ternyata, jarak yang paling sulit bukan soal kilometer atau waktu tempuh. Jarak paling rumit adalah seratus meter dari hatimu-tempat aku berdiri, tapi tak pernah benar-benar kau sadari. Segalanya berawal biasa saja: kos baru, teman sekamar yang bawel tapi hangat, lingkaran pertemanan yang mengisi hariku dengan tawa, tugas, kopi sachet, dan obrolan tengah malam. Aku merasa cukup. Nyaman. Aman. Hingga seseorang hadir dengan caranya yang tak terduga. Terkadang ceplas-ceplos, kadang diam dan terlihat jauh. Dia bukan tokoh utama di hidupku, bukan pula pangeran dalam kisah dongeng. Tapi entah kenapa, perhatian kecilnya terasa seperti rumah dalam keriuhan kota. Sayangnya, tak semua rasa harus tumbuh. Dan tak semua perhatian berarti istimewa. Ini kisahku, Caca. Seorang mahasiswi yang mencoba bertahan di antara tumpukan tugas, tawa tongkrongan, dan teka-teki bernama Arvin. Ini tentang dua circle pertemanan, dua sisi dunia, dan satu rasa yang pelan-pelan ingin ku bungkam. Karena terkadang, menyukai seseorang tak harus dimiliki. Cukup dilihat dari kejauhan-seratus meter, atau bahkan lebih.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen