Elegi Kecemburuan (ON GOING)

Elegi Kecemburuan (ON GOING)

  • WpView
    Reads 5,004
  • WpVote
    Votes 174
  • WpPart
    Parts 46
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 21, 2026
Nabila dihadapkan pada dua keadaan yang bertolak belakang dalam sudut hatinya. Ia harus melepaskan kebahagiaannya demi orang lain atau bersikap egois demi kebahagiannya sendiri. Pernah ia meluruhkan ego, nyatanya semua itu ternyata hanya sebuah kesia-siaan saja. Hingga akhirnya seorang pria bisa membuat Nabila sadar bahwa dirinya pun butuh bahagia. Namun, apakah pria itu yang membawanya pada bahagia? * ON GOING, kalo gak ada halangan, insyaa Allah tayang tiap hari. Karena aku masih nyicil ngetiknya. Yang suka, jangan lupa kasih vote atau komen yang banyak di paragraf-paragraf yang menggemaskan!
All Rights Reserved
#492
direktur
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dynamics Of The HEART (TAMAT)
  • NAJWA (Ketika Hati Memilih) ✓
  • Ikhtiar Cinta Bersamamu [END/SUDAH TERBIT]
  • Perempuan Yang Dirawat Waktu
  • RANAKA [SUDAH TERBIT]
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • PERIHAL MENGIKHLASKAN
  • My Love is on Paper
  • Takdir Sang Ilahi
  • SEGITIGA CINTA

WAJIB FOLLOW SEBELUM BACA ⚠️ Menjadi suatu kemuliaan bagi seorang Aeraina Hawa ketika di cintai oleh lelaki yang sangat tahu caranya menepati janji. Di jaga selayaknya mahkota paling tinggi oleh keluarga besar. Namun untuk sampai di titik bahagia yang sesungguhnya. Seringkali realita tak sesuai keinginan. Selalu saja ada hal yang membuat hatinya goyah bahkan hampir roboh dan patah. Sebuah kebenaran yang lumrahnya memang teramat pahit untuk di terima. "Gue Asa," lelaki itu menyapa. "Saran gue, lo berhak kok kalau mau bales mereka yang udah nyakitin." "Membalas tidak akan membuatku lebih baik." Ini tentang wanita yang memiliki hati seluas semesta. Mengajarkan banyak hal tentang memberi maaf dan upaya mengikhlaskan. Hingga tiba suatu saat, dunia semakin keras mengajaknya berkelahi. Tanpa jeda dan tak ada henti. "Bunda... Wallahii.. Ini sakit." Maka jalan seperti apa yang akan Hawa pilih nanti? Diam atau melakukan perlawanan demi seseorang yang ia cintai? *** Ini bikinnya pakek keringat dan akal sendiri ya. Jadi jan coba-coba plagiat. Mari berkarya dengan hasil mandiri. Ayo semangat 🤏🏻 ⚠️Di larang keras plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines