S E R A P H I C

S E R A P H I C

  • WpView
    LECTURAS 17
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, feb 13, 2025
Senara Nuhaish menjadi rumah bagi banyak jiwa rapuh yang tak sengaja singgah padanya. Luka lara yang selalu berbekal sesal menjadi pondasi terkuatnya; menjadikannya seorang perasa yang tak memiliki cinta. Bagaimana bisa demikian? Bisa. Tentu saja bisa. Karena jawaban dari segala tanya dalam hidupnya ada pada Harial Steven Iman. Laki-laki kurang ajar yang sayangnya, masih menjadi pemenang terkuat dan pembunuh rasa terhebat bagi Senara. Harial membuang Senara; semakin menjauh dari hidupnya maupun kehidupan gadis itu sendiri. Namun paralel yang di milikinya selalu membawa Harial berlari ke arah Senara Nuhaish. Perempuan paling hebat yang pernah hadir dalam hidupnya. Source cover : Pinterest Copyright © 2023 by Shadiras.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Luka & Lara (Completed)
  • Denyut Waktu (TAMAT)
  • Beauty and the Boss
  • Bima The Arjuna: Ruins of a Hollow Heart
  • Dear Husband [TAMAT]
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • Iiiiiih, Mas Kahfi!
  • Garis Takdir di Istanbul

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido