Dari Remang Hingga Cahaya

Dari Remang Hingga Cahaya

  • WpView
    Membaca 81
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Nov 26, 2023
WpInfo
Non-fiksi
Di ujung desa yang dulu dihiasi oleh senyuman tulus, terdapat satu cerita yang terlupakan, disimpan dalam kenangan yang tenggelam dalam remang kehilangan. Di sela-sela hiruk-pikuk keseharian, terdapat seorang anak yang tumbuh dalam keheningan penuh pertanyaan, dan di matahari terbenam pada usia tujuh belas tahun, ia kehilangan lebih dari sekadar orang tua; ia kehilangan arah hidupnya. Namun, di antara bayang-bayang kepergian itu, muncul perjalanan luar biasa seorang anak yang memilih untuk menari di antara gerimis kesedihan. Ini bukan hanya cerita tentang kehilangan, melainkan tentang bagaimana cahaya bisa muncul dari kegelapan, dan bagaimana seorang anak yang ditinggalkan di usia 17 tahun mampu menemukan keindahan di tengah-tengah kekosongan. Ikuti langkah-langkahnya yang ragu-ragu, saksikan pertarungannya dengan keputusasaan, dan temukan cahaya yang bersinar di tempat-tempat yang tidak pernah kita duga. Dari remang hingga cahaya, ini adalah kisah perjalanan, pertumbuhan, dan pencerahan yang akan merangkul hatimu, dan membuat kamu bertanya-tanya: apakah benar-benar ada keindahan yang tersembunyi di setiap kehilangan? ---
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#44
ceritaasli
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • NOESIS [END]
  • ZEPHYRVILLE: KAEL BUMIANTARA
  • Pain of the Slayer
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • in ROOM
  • SEMESTA
  • OUR BOOK 2
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • SMARA DIKTA

Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan