INI FRISTYA

INI FRISTYA

  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 20, 2025
Aluna Fristya Anastasya "Aku ingin jadi psikiater Bun" "Gak!! Terlalu berat ambil psikolog, yang sedang sedang saja kak!!" Permintaan nya yang selalu tidak terpenuhi oleh ibunya menjadikan Fristya sebagai gadis yang sangat tertutup, gadis yang takut untuk berbicara dan terbuka ke banyak orang namun hal itu menjadikan banyak mata kagum dengan ke ahlian terpendam Fristya yang dia latih dengan usahanya sendiri
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Meraih Cinta Suamiku
  • Adek Abang || END
  • Lima Tahun Tanpa Kata
  • Komandan Tampanku
  • AZKARA dan KANIA (End)
  • ISTRI RAHASIA
  • Bersaing dengan Masalalu
  • ALCA STORY
  • SALAH RASA (TAMAT)
  • DIGNITY (Pembalasan Luka Putri Sang Jendral)

Menikah karena dijodohkan dengan seorang yang dari segala sisi sempurna Arina mengira jika dirinya akan bahagia bersama dengan pilihan orangtuanya, tapi rupanya hidup tidak berjalan seperti yang Arina inginkan. Sadewa Natareja, pria yang masuk ke dalam jajaran anggota dewan rakyat paling muda ini nyatanya tidak bisa menjadikan Arina sebagai seorang istri yang seutuhnya. Pengorbanan Arina menerimanya yang berstatus duda dan merawat anaknya yang berusia kurang dari satu tahun nyatanya tidak bisa membuat Dewa mencintai Arina seperti dirinya mencintai istri pertamanya, Husna. Dimata Dewa, Arina tidak lebih dari seorang wanita yang dipilihkan ibunya untuk menjadi teman dibawah atap yang sama dan sosok yang menjadi ibu untuk putra kesayangannya sebaik apapun Arina berusaha menjadi istri yang baik untuknya. Semua hal yang dilakukan Arina serasa tidak berarti sama sekali sampai akhirnya Arina lelah sendiri, meraih cinta suaminya nyatanya hal yang mustahil bagi Arina. Perlahan, Arina menjauh membangun benteng tinggi yang membuat Dewa tersadar betapa seharusnya dia bersyukur memiliki Arina dalam hidupnya. Sayangnya, semuanya sudah terlambat. "Mas Dewa, aku capek."

More details
WpActionLinkContent Guidelines