I'M SORRY, TWINS

I'M SORRY, TWINS

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 10, 2023
WpInfo
Fiction
Fantasy
Sejak malam itu Neil berubah. Tidak ada lagi sapaan pagi, tidak ada wajah lembutnya lagi. semua berubah. Dan itu karena 'Aku'. Kakak Bodoh! Bodoh! Bodoh! Itu kata 'Dia'. Aku mengakui itu. Beban! Itu nama ku Ingat Neil! Aku akan tetap mengakui mu Adik. Neil Erlangga. Adik kecil ku yang pemberani bukan penakut seperti ku. Tapi, manusia seperti ku memang terbatas. Kesabaran ku terbatas Neil. Aku Sakit Niel. Aku tidak kuat lagi. Hingga Dia datang. Membawa ku kebebasan, kebebasan yang aku idam-idamkan. Tapi kamu mengacaukan semua nya. Aku membencinya. Ren Erlangga ~ 211123
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • My Nine Sisters
  • AKSELIO NALENDRA
  • AKSELIO (TERSEDIA DI KARYAKARSA)
  • REANDRA [END]
  • ALKATRIX [COMPLETED]
  • Seperti Mencintai Matahari
  • Yesterday Lies
  • [✔] AKSARASSA
  • Raden

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines