Perempuan Tanpa Rahim

Perempuan Tanpa Rahim

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 25, 2023
SINOPSIS Elva Friska sadar diri dengan kondisinya yang tak sempurna sebagai seorang wanita, hingga ia tak pernah menaruh harapan lebih pada seorang pria kelak akan menjadikan dirinya pasangan hidup. Hingga pria bernama Indra datang dalam kehidupannya menawarkan cinta yang sama sekali tak ia duga, tiga tahun saling mengenal pada akhirnya Elva luluh juga. Namun, semua sirna ketika apa yang ia tak bisa berikan pada Indra bisa diwujudkan oleh perempuan lain dan menjadi belati yang menusuk hati hingga koyak. Sekarang, satu hal yang ia inginkan. Perceraian! Tetapi, tak semudah itu mendapatkan akta cerai, tak semudah pernikahan yang dua tahun lalu ia gelar. "Cukup untuk mengambil keputusan demi kebahagiaan. Cukup untuk melepaskan seseorang yang tak menepati janji. Cukup cintai diri sendiri tak peduli kekurangan yang dimiliki untuk melanjutkan kehidupan. Lepaskan aku!" tuntut Elva pada Indra. "Tak semudah itu!" tekan Indra, "Terkecuali jika ada pria yang mau menikahimu, maka dengan senang hati aku akan melepaskanmu." Seringai licik tersungging di salah satu sudut bibir Indra. Hingga sesuatu tak terduga pun terjadi ketika seorang pria masuk ke dalam kehidupannya. "Aku bisa menjadi aktor terhebat untuk bisa memenuhi syarat calon mantan suamimu, Elva. Tak ada salahnya 'kan, jadiin aku suami keduamu." "Itu ide tergila!" seru Elva tak percaya terlebih mereka baru saling mengenal. Gelak tawa memenuhi ruangan, "Kekasih pura-pura!" tambah pria bernama Sakha dengan alis yang ia naik turunkan, "Bagaimana?" tanyanya membuat Elva bimbang. Hingga keputusan besar pun dibuat, keputusan yang membuat Elva terhanyut oleh sandiwara dengan rahasia demi rahasia yang perlahan terungkap. ~~ Selamat membaca di karya terbaru, semoga suka. Tap love dan komentar menyemangati. *********
All Rights Reserved
#46
mendua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Sacrifice Of Love (Evan END) SUDAH TERBIT
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • ILY Alfarel [Terbit]
  • You Are My Best Husband [ SUDAH TERBIT ]
  • Behind Our Eyes
  • Prince Untuk Alea
  • Langkah baru bersama mu
  • STUCK

(SELESAI REVISI, SEDIKIT BERUBAH CERITA ALURNYA. CERITA SUDAH SELESAI DAN LENGKAP. HANYA DI POST DI WATTPAD) ❗❗❗ Cerita ini membuat diabetes. Dan ini cerita ringan. Author membuatnya karena ingin cerita yang manis ❗❗❗ --- "Kalau begitu, Anda bisa bantu saya," kata Arjuna, suaranya tenang namun penuh tekanan. "Apa?" tanya Yena pelan. "Anda... jadi istri saya." "Hah?" Yena nyaris berbisik. Jantungnya berdetak cepat, kepalanya terasa pening. Apa dia tidak salah dengar? Seorang Arjuna, duda beranak satu, adik angkat dari sahabat ayahnya-Reyvan dan Rezka-serta om angkat dari pacarnya sendiri, Alvano, meminta dirinya menikah? Gila. Pria ini sudah gila. Yena ingin tertawa, tapi tenggorokannya kering. Anak Arjuna bahkan hampir sebaya dengannya. Dan yang lebih parah, dia sudah punya pacar-Alvano. Dia mengumpat dalam hati. Seandainya saja hari itu dia tidak membuka pintu ruang dosen secara sembrono dan melihat dosennya itu dalam kondisi-sial-telanjang bulat, mungkin dia tidak akan berada dalam situasi ini. Terjebak. Arjuna semakin mendekat, mengikis jarak di antara mereka. "Bagaimana, Bu Yena?" suara Arjuna terdengar tenang, tapi ada sesuatu yang mengintimidasi di baliknya. "Apakah Anda bersedia membantu saya? Atau..." Dia menggantungkan kalimatnya, matanya menatap tajam. "Saya tidak akan membiarkan Anda keluar." Yena menggigit bibir. "Itu kan salah Anda sendiri," ucapnya, suaranya sedikit parau. "Anda yang tidak mengunci pintu kalau Anda mau... seperti itu." Wajah Arjuna tetap datar, tapi ada sesuatu di dalam matanya yang sulit Yena pahami. Pria itu semakin mendekat. Jarak mereka nyaris tidak ada. Tangan Arjuna terangkat, jari-jarinya yang besar meraih dagu Yena dengan lembut namun kuat, memaksanya menatap pria itu. "Kalau Anda tidak mau," bisik Arjuna, "mulai saat ini hidup Anda akan berbeda, Bu Yena." Yena menelan ludah. "Apa maksud Pak Juna?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar. Arjuna tersenyum. Senyum yang membuat Yena... menahan napa

More details
WpActionLinkContent Guidelines