OSPEK | Original Ver

OSPEK | Original Ver

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 23, 2023
Menyusuri lorong-lorong kehidupan Mahasiswa. Berusaha menavigasi kehidupan. Dalam perjalanan yang sarat tekanan dan konflik, mempertanyakan keberlanjutan tradisi dan mengeksplorasi harapan untuk mengubah paradigma menjadi pengalaman yang mendukung pertumbuhan, bukan kehancuran. Melalui narasi sederhana, mengajukan pertanyaan kritis tentang relevansi dan dampak. Mengikuti pengalaman. Menyoroti perjalanan pertumbuhan pribadi di tengah dinamika lingkungan yang unik. Terlibat dalam menyentuh isu-isu yang mungkin kita semua temui dalam perjalanan pendidikan. Cerita sederhana, yang mungkin diabaikan, namun tidak seharusnya diabaikan. Bagaimana ceritaku, dan bagaimana ceritamu? Kemarilah dan dengarkan
All Rights Reserved
#59
penindasan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tameng Gelar Sang Professor
  • Saga's Favorite
  • GARIS
  • Rembulan Yang Aku Gapai || 18+ ⛔⚠️
  • A Little Piece of Ours
  • Largest Caliber
  • BOOK 3 MISSION SERIES: MISSION IN CAMPUS (Pindah ke Innovel)
  • HOPE

"Kami diajarkan untuk tunduk, bukan untuk berpikir. Lalu mereka menyebut itu pendidikan." Wino, anak supir truk dan pedagang sembako dari desa, memasuki kampus impiannya dengan harapan tinggi: menjadi peneliti, membangun masa depan, dan membalas jerih payah orang tuanya. Namun, kenyataan menghantamnya keras. Ia tidak menemukan ilmu, hanya slide. Ia tidak menemukan dosen, hanya pembaca PowerPoint. Ia tidak menemukan pembimbing, hanya pengejar jabatan. Melalui mata Wino, pembaca diajak menelusuri sisi gelap dunia akademik-dosen yang tidak tahu apa yang ia ajarkan, kampus yang berubah menjadi korporasi, dan budaya diam yang membuat mahasiswa tak lebih dari angka statistik. Ini bukan sekadar kisah kecewa. Ini adalah kisah perlawanan diam. Tentang seorang mahasiswa biasa yang memilih mencatat semua kebusukan, hingga akhirnya menuliskannya menjadi senjata. Karena ketika kebenaran tidak bisa diteriakkan, maka ia harus dituliskan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines