Love, Life and Hurt
Tak memiliki teman, diasingkan, dan diolok-olok semua itu tak masalah bagi Seulgi, gadis berusia 17 tahun. Karna baginya hidup memang tidak adil.
Hidup hanya dengan ibunya membuatnya merasa hidup dalam ketidaksempurnaan dan membuatnya membenci hidupnya. Baginya hidupnya terlalu menyedihkan monoton dan kejam. Takdir terlalu tak berpihak padanya, alam terlalu membencinya dan tuhan terlalu tak adil baginya.
Tapi siapa sangka di tengah perjalanan hidupnya ia menemukan kesempurnaan hidup tersebut?
Akankah dia menerimanya?
Atau malah sebaliknya?
Akankah ia berpendapat sama tentang hidupnya?
Note: Belum diedit, but enjoy reading!