Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Evanescent
  • WpView
    Membaca 30
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Nov 26, 2023
WpInfo
Fiksi
Romansa
Rumi, seorang penulis yatim piatu tanpa keluarga berkesempatan menerjemahkan novelnya dalam bahasa inggris di bawah naungan penerbit ternama di Amerika. Ia harus terbang ke Amerika untuk proyek novelnya. Namun bagaimana jika dalam pertemuan singkat ini ia dipertemukan dengan salah seorang pengusaha ternama di sana? Mampukah ia dapat mempertahankan keimanannya di kala pria itu terobsesi dengannya? Dalam kehidupan Abraham Evans, semua hal harus sesuai dengan keinginannya. Tak boleh ada yang menolak. Tapi gadis dengan penutup kepala yang aneh itu termasuk salah satu jenis manusia yang membangkang dalam kamusnya. Semakin gadis itu menolak maka semakin besar keinginan untuk memilikinya. Sampai kapanpun dia tidak akan melepaskan gadis itu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#218
mualaf
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Menepilah Cinta
  • My CaIm✓ [HIATUS]
  • My Boss My Calon Imam (Tamat) Sudah Terbit.
  • Hijrah Cinta [Telah Terbit]√
  • BRISHA : Pujaan Hati yang Hilang         [SUDAH TERBIT]
  • Reason
  • Cinta Seorang Muslimah (Sebagian UnPub)   -=Story 1=-
  • ABRAHAM [SELESAI]
  • NOT EASY FOR LUNA (END)

Seketika, tubuh Sam terasa sangat ringan, ruhnya seolah-olah melayang perlahan terangkat oleh baling - baling seperti milik doraemon, sejenak meninggalkan jasadnya yang tiba-tiba kaku. Beasiswa? Jepang? Tinggal disana berapa lama? Dengan siapa Nisa nanti disana? Bagaimanakah keamanan di sana? Siapa yang akan menjaganya? Ah, Sam sendiri tidak tahu apa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang terlintas di kepalanya. Antara bangga dan khawatir, antara terharu dan sedih bila harus berpisah dari gadis ayu di depannya saat ini. Bukankah Jepang itu negara asing, baik bagi Sam atau Nisa sendiri. Jepang bukan daerah yang bisa ditempuh dengan kereta, mobil, bis, angkot, ojek atau taxi online, bahkan sepeda ontel, yang biasanya Sam naiki saat Ayah Nisa memintanya mengantar buku atau bekal Nisa, apabila ketinggalan, ke sekolah. Jepang itu negeri asing yang berbeda segalanya dengan kehidupan Nisa di sini. Negeri yang tak Sam kenal, terutama masalah keamanannya, makanannya, orang-orangnya. Apakah Nisa akan aman tinggal disana? Makanannya? Amankah sholat di sana? Apakah .... "Pak Sam... Pak Sam... Hellooow,,, Yuhuu" Nisa melambaikan tangannya membuyarkan lamunan Sam. Raut wajah cantiknya berubah menjadi cemas ketika melihat Sam mendadak pucat. Ruh Sam yang sempat terlepas, kembali ke jasadnya semula. "Hm... Jadi bengong gitu. Kenapa? Pak Sam ga seneng ya Nisa ke Jepang?" Tanya Nisa dengan nada sedih. Matanya mendadak sayu, senyumnya hilang. "Oh... Pak Sam seneng kok mbak. Pak Sam malah bangga kalo mbak Nisa bisa ke Jepang" "Alhamdulillah, gitu dong Pak Sam. Setelah ayah dan ibu, Support Pak Sam lah, yang selama ini selalu menyemangati Nisa." Nisa kembali ceria, sumringah menunjukkan senyum lebar. Ah, senyum itu... senyum yang sama yang dimiliki kekasih hatinya. Kekasih hati yang telah terpatri di hati Sam selamanya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan