We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rivany Athala, Ketika Dimensi Bermain

Rivany Athala, Ketika Dimensi Bermain

  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 23, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Pernahkah takdir mempermainkan hatimu? Aku pernah. Pernahkah kamu merasa bahwa dunia ini tidak adil? Aku pernah. Pernahkah kamu merasa begitu lelah dengan semua hal hingga rasanya kakimu mati rasa dan tak lagi sanggup melangkah? Aku pernah. Pernahkah kamu dikecewakan keadaan, hingga rasanya bagian dari dirimu telah berserakan entah seberapa banyak keping kehancurannya? Aku pernah. Jika kamu juga sama sepertiku, maka datanglah padaku. Akan aku tunjukkan seperti apa poros dunia berputar. Dan apa yang menantimu di ujung cahaya yang kau dambakan. #WritingMarathonSW1
All Rights Reserved
#11
writingmarathonsw1
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menyimpan Rasa
  • KENAN
  • [END] Blind Rainbow
  • ADEUS
  • ANGKASA
  • FANDI
  • So Far Away ✔✔✔
  • The Fate Of My Life (END)
  • G E L V A N
  • Simple Things About You

Selama ini aku yang punya rasa lebih. Aku yang berharap kamu sadar tanpa harus kuberitahu secara langsung. Aku yang pengecut, bersembunyi dengan topeng persahabatan. Yang hanya diam karena sadar kamu menyukai temanku sendiri. Seperti itu hingga kini aku menyadari ada rasa-rasa lain di sekitar kita. Bukan hanya tentang aku, rasa-rasa itu juga melibatkan kamu, dia dan dirinya. Akibatnya, setiap dari kita menjadi berubah. Kamu berbeda, aku berbeda, mereka pun berbeda. Kadang aku berpikir untuk menjadi egois saja agar bisa memilikimu tapi sekarang aku harus bagaimana? Bagaimana aku mau egois ketika aku memiliki rasa lain? Teruntuk kamu yang membaca ini. Kuharap dapat mengerti jika berada di posisiku. Mengerti bagaimana tertekannya aku dengan semua hal ini. Saat kamu membaca ini, berarti kamu sudah menjadi pendengar keluh kesahku:) -A ©opy®ight 2018 by @Akuelalala

More details
WpActionLinkContent Guidelines