Pusaka Warisan Buyut

Pusaka Warisan Buyut

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 4, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Argani Gamya Hattala, meninggal karena tertimpa runtuhan rumah. Jiwanya kemudian berpindah ke tubuh Ranu. Seorang anak orang kaya yang akan merencanakan kepindahannya ke kota. Awalnya hidup Gani di tubuh Ranu tak ada masalah apa-apa. Ia menjalani hidupnya seperti biasa. Tapi, ketika ia menemukan kalung peninggalan keluarganya, satu-persatu masalah mulai muncul. Mulai dari ilmu yang ada di tubuhnya dulu muncul kembali, Ranu yang ternyata memiliki kembaran, hingga puncaknya ia menyelesaikan masalah yang dari dulu belum terselesaikan. Akankah Ranu sanggup menyelesaikan masalah itu? Atau malah gagal? Siapakah kembaran Ranu? Dan, ilmu apa yang dimiliki Gani di tubuh lamanya? Start: 10 Februari 2024
All Rights Reserved
#953
spiritual
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Good Doctor
  • Warisan Gandari
  • Proyek 17: Korban yang Terpilih
  • Bayangan di Balik Sekolah
  • Cermin di Ujung Jalan
  • ANGIN RINDU (Completed)
  • 𝔼𝕊𝕋𝔸𝔽𝔼𝕋 𝕋☠️𝕏𝕀ℂ [ Re-up. New version ]
  • Age Quod Agis
  • Teror Arwah Gentayangan (TAMAT)
  • RUMAH DI ANTARA DUA MATA

Lara dan emosi telah terkubur dalam. Meninggalkan kenyataan akan kedudukan, keluarga dan kenangan. Dia telah melihat bagaimana kehidupan dulu, meski sementara lalu kembali terhapus setelah bangun kembali. "Setidaknya aku akan berusaha bahagia lagi. Meski mungkin sulit." Bibirnya tersungging meski tak mendapatkan emosi dari ingatan terdahulu. "Terimakasih Dion dan Arsena. Kapal layar telah sampai di tujuan, kini giliran kapalku yang berlayar di semesta luas ini." Dipandangnya kedua sosok itu lalu membungkuk memberikan salam terakhir. ... Terbangun dari sisa mimpi, hanya nama samar Arsena yang masih lekat. Ia sedikit takut lupa. Hari masih gelap, jika kembali tidur mungkin akan benar-benar lupa sisa mimpi ini. "Huahh, alat tulis. Mesti harus ada bekas mimpi." Ujarnya usai menguap lebar. Menengok ke kiri dimana nakas berada, namun tak satupun benda untuk menulis berada. Sementara hasrat kembali tidur kian menguasai. Jujur saja bagi buta ini amat dingin hawanya, sehingga ia menyerah terhadap kantuk. Karya ke tiga nih, semoga menghibur 😁 Vote dan kasih komen pliss.

More details
WpActionLinkContent Guidelines