Glasses Man

Glasses Man

  • WpView
    Reads 672
  • WpVote
    Votes 118
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 26, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Tentang aku, kamu, dan waktu. __________________________________ "Mas Farlan? Makasih, ya!" "Buat?" "Enggak tau juga, makasih aja." "Iya, sama-sama cantikku." __________________________________ Dia datang layaknya sang mentari yang menghangatkan sang semesta dengan sinarnya. Kehangatannya yang menyergap secara tiba-tiba dan tak terduga, membuatku selalu ingin berada di dekatnya. Pria pemilik senyuman semanis coklat itu, berhasil membuatku terpikat. Tatapan tajam yang bersembunyi di balik kacamata miliknya, seolah menghanyutkanku dalam diam. Suaranya yang teduh dan dalam, selalu berhasil membuatku tenggelam. Dia, pria unik yang menarik.
All Rights Reserved
#291
unik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • NERD LOVE
  • YOU [KOOKV/KOOKTAE][END]
  • PARK JIMIN [End]
  • Hurts So Good (Fast Update)
  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  • Eat, Bread and Love (TAMAT)
  • When Mr. Bossy Falling In Love
  • Cause What If I Never Love Again ?
  • Be Yours

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines