Glasses Man

Glasses Man

  • WpView
    LECTURES 672
  • WpVote
    Votes 118
  • WpPart
    Chapitres 18
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., sept. 26, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Tentang aku, kamu, dan waktu. __________________________________ "Mas Farlan? Makasih, ya!" "Buat?" "Enggak tau juga, makasih aja." "Iya, sama-sama cantikku." __________________________________ Dia datang layaknya sang mentari yang menghangatkan sang semesta dengan sinarnya. Kehangatannya yang menyergap secara tiba-tiba dan tak terduga, membuatku selalu ingin berada di dekatnya. Pria pemilik senyuman semanis coklat itu, berhasil membuatku terpikat. Tatapan tajam yang bersembunyi di balik kacamata miliknya, seolah menghanyutkanku dalam diam. Suaranya yang teduh dan dalam, selalu berhasil membuatku tenggelam. Dia, pria unik yang menarik.
Tous Droits Réservés
#31
jarak
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • My Sweet Lσ‎‎ve
  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Hurts So Good (Fast Update)
  • When Mr. Bossy Falling In Love
  • [√] Memorabilia
  • Be Yours
  • Cause What If I Never Love Again ?
  • Naughty Nanny
  • Fai

"Lea" panggil seseorang. Lea memberhentikan langkahnya sejenak, sebelum membalikkan badan untuk melihat orang yang memanggilnya. Terlihat seorang pria dengan tas ransel digendongannya sedang menatap Lea sambil tersenyum. Jujur Lea sebenarnya baru kenal dengannya, praktek di tempat yang sama membuat mereka akan sering bertemu nantinya. Pria itu berjalan menghampirinya "Kamu mau pulang?" tanyanya setelah sampai di hadapan Lea. "Iya, jam kerja aku udah selesai" ujar Lea. Lea melirik sekilas padanya yang mengangguk-anggukan kepala, sebelum kemudian kembali melanjutkan langkah. "Eh, Lea tunggu" cegat pria itu. "Aku pengen ngomong sesuatu sama kamu" lanjutnya dengan sungguh-sungguh. Lea memberhentikan langkah, kembali menatapnya. Mata keduanya saling bersitatap. Sebelah alis Lea terangkat bingung dengan apa yang ingin diucapkan pria dihadapannya. "Apa?" tanya Lea dengan penasaran. "Aku suka kamu Lea. Dari awal pas kita ketemu dibasemant hotel, a-a aku udah tertarik sama kamu" "Eh.........?" "Lea itu pacar saya" sahut pria lain yang mengalihkan perhatian keduanya. Yang penasaran jawaban yang akan diberikan Lea dan siapa pria yang tiba-tiba mengaku sebagai pacar Lea.👉Baca saja ^-^

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu