BROKEN HOME

BROKEN HOME

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 28, 2023
Dalam kota kecil yang tenang, Ica, seorang remaja dengan adik perempuan,Kayla, menyaksikan kehancuran keluarganya ketika orang tuanya memutuskan untuk berpisah. Namun, di tengah-tengah keputusan sulit ini, Ica dan Kayla menemukan pelarian dalam seni lukis. Melalui kanvas dan kuas, mereka menciptakan dunia imajinatif yang membawa cahaya harapan di tengah gelapnya perpisahan.
Public Domain
#113
kanvas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lilin di tengah hujan [END]
  • Story Of School
  • Ephemeral
  • Aluna Kembali lahir [On Going]
  • kehidupan hoki bapak kost muda
  • Rumah Yang Kuciptakan Sendiri
  • Farbe und Leinwand
  • Transmigrasi Amora L²

Amara, seorang gadis berusia 14 tahun, adalah anak tengah dalam keluarga sederhana yang tampak bahagia dari luar. Kakaknya, Aditya, adalah siswa berprestasi, sementara adiknya, Keisha, selalu menjadi pusat perhatian dengan sikap manisnya. Amara merasa seperti bayangan di antara mereka-tidak terlihat, tidak didengar. Namun, yang tidak diketahui banyak orang adalah bahwa Amara mengidap gangguan mental yang dikenal sebagai Major Depressive Disorder. Dalam pikirannya yang rapuh, ia berjuang melawan rasa tidak berharga, kecemasan, dan keputusasaan yang terus menghantuinya. Ketika keluarganya menghadapi krisis keuangan setelah ayahnya kehilangan pekerjaan, beban emosi di rumah semakin berat. Ibunya menjadi lebih sibuk mencari cara untuk menutupi kebutuhan keluarga, sementara kakaknya mulai menjauh karena tekanan akademik. Adiknya, meski ceria, terlalu muda untuk memahami perasaan Amara. Di tengah situasi itu, Amara menemukan sedikit pelipur lara dalam seni melukis, menggambarkan dunia yang ia inginkan tetapi tidak bisa ia capai. Namun, ketika rahasia tentang penyakitnya mulai terungkap melalui coretan diari yang tak sengaja ditemukan oleh adiknya, seluruh dinamika keluarga berubah. Kisah ini mengikuti perjuangan Amara untuk menemukan tempatnya di dunia, melawan rasa sakit yang tak terlihat, dan belajar bahwa hidup, meski penuh badai, bisa menjadi indah jika ia menemukan kekuatan untuk bertahan. Dengan bantuan seorang teman tak terduga dan perlahan-lahan dukungan keluarganya, Amara mulai menyadari bahwa meskipun dirinya adalah "anak tengah yang terabaikan," ia memiliki nyala kecil yang mampu menerangi hidupnya sendiri-seperti lilin di tengah hujan. Novel ini menggambarkan perjalanan batin seorang remaja yang berjuang melawan keterasingan, tekanan keluarga, dan dirinya sendiri, dengan pesan bahwa keberanian untuk hidup adalah bentuk kemenangan terbesar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines