Tentang Nasywa yang mencintai Yusya-kakak sepupunya-sendiri selama hampir sepuluh tahun, Cinta yang berusaha keras ia sembunyikan rapat-rapat, sebuah cinta yang hanya diketahui oleh ia dan Allah. Cinta yang juga tidak memudar bahkan setelah Yusya menikah dan punya anak.
Nasywa tidak tahu apa rencana Allah hingga menitipkan perasaan ini padanya, ia bahkan merasa sangat berdosa sudah mencintai suami orang. Namun, siapa di dunia ini yang bisa mengontrol perasaan sendiri?
Meski begitu, Nasywa tahu batas. Ia memilih berikhtiar, memutuskan segala bentuk kontak dengan Yusya agar tak terjerumus dalam fitnah. Dengan hati yang remuk, ia menjauh bukan hanya dari Yusya, tetapi juga dari keluarganya sendiri. Ia pindah ke Yogyakarta, meninggalkan rumah, kenangan, dan lelaki yang diam-diam ia cintai, demi menjaga diri dan imannya.
Namun tiga tahun berlalu, dan ketika takdir mempertemukan mereka kembali, Nasywa sadar bahwa perasaannya masih ada, utuh, tak berkurang sedikit pun. Ia tak mengerti mengapa hatinya tetap setia pada rasa yang tak pernah memiliki masa depan.
Namun satu hal yang selalu ia yakini: Allah tidak pernah menitipkan perasaan tanpa alasan. Mungkin cinta ini bukan untuk dimiliki, melainkan untuk mengajarkannya tentang sabar, ikhlas, dan berserah. Tentang mencintai tanpa harus memiliki, dan percaya bahwa rencana Allah selalu jauh lebih indah daripada apa pun yang mampu ia bayangkan.
Bagaimana jika gadis bar-bar yang tak tau aturan dinikahkan diam-diam oleh keluarganya?
...
Cerita ini berlatar belakang tentang persahabatan dan percintaan. Mengisahkan tentang Ayrania yang menempuh pendidikan di sebuah pesantren karena paksaan dari sang ayah.
Ayrania, memiliki karakter bar-bar dan suka bergaul, terlebih pada laki-laki. Latar belakang keluarganya sangat bertolak belakang dengan sikapnya yang mana ia merupakan cucu dari Kiai ternama di Jawa Timur.
Awalnya kehidupan Ayrania baik-baik aja di sana, sebelum akhirnya sebuah fakta terungkap bahwa ia telah dinikahkan diam-diam dengan putra sulung pemilik pesantren itu sendiri yang merupakan sahabat dari sang ayah.
Dalam cerita "Kiblat Cinta" berkisah tentang Rayyan, merupakan putra sulung pemilik pesantren yang terletak di Jawa Timur. Seorang Gus yang katanya dingin, datar, galak dan suka menghukum.
Bagaimana mereka menjalani bahtera rumah tangga setelahnya? Ikuti kisahnya!