Tentang Nasywa yang mencintai Yusya-kakak sepupunya-sendiri selama hampir sepuluh tahun, Cinta yang berusaha keras ia sembunyikan rapat-rapat, sebuah cinta yang hanya diketahui oleh ia dan Allah. Cinta yang juga tidak memudar bahkan setelah Yusya menikah dan punya anak.
Nasywa tidak tahu apa rencana Allah hingga menitipkan perasaan ini padanya, ia bahkan merasa sangat berdosa sudah mencintai suami orang. Namun, siapa di dunia ini yang bisa mengontrol perasaan sendiri?
Meski begitu, Nasywa tahu batas. Ia memilih berikhtiar, memutuskan segala bentuk kontak dengan Yusya agar tak terjerumus dalam fitnah. Dengan hati yang remuk, ia menjauh bukan hanya dari Yusya, tetapi juga dari keluarganya sendiri. Ia pindah ke Yogyakarta, meninggalkan rumah, kenangan, dan lelaki yang diam-diam ia cintai, demi menjaga diri dan imannya.
Namun tiga tahun berlalu, dan ketika takdir mempertemukan mereka kembali, Nasywa sadar bahwa perasaannya masih ada, utuh, tak berkurang sedikit pun. Ia tak mengerti mengapa hatinya tetap setia pada rasa yang tak pernah memiliki masa depan.
Namun satu hal yang selalu ia yakini: Allah tidak pernah menitipkan perasaan tanpa alasan. Mungkin cinta ini bukan untuk dimiliki, melainkan untuk mengajarkannya tentang sabar, ikhlas, dan berserah. Tentang mencintai tanpa harus memiliki, dan percaya bahwa rencana Allah selalu jauh lebih indah daripada apa pun yang mampu ia bayangkan.
Nisa adalah calon mahasiswi kedokteran di Universitas muhamadiyah jakarta yang taat agama. Ia tinggal di kota bekasi. Setiap ke kampus nisa selalu bepergian dengan KRL. Suatu hari nisa bertemu dengan imran preman pasar minggu. Preman insaf yang selalu mangkal di pasar minggu itu menjadi musuh bebuyutan nisa setelah beberapa kejadian yang membuat nisa sangat membencinya. Diluar dugaan ternyata imran seorang baik hati yang selalu menjadi andalab panti al mutazam di pasar minggu. ialah orang yang selalu ada buat anak anak panti. Hal itu membuat nisa jatuh cinta. Disisi lain Thalib kakak senior nisa paling tampan, kren, digilai begitu banyak wanita muslimah yang taat agama yang sebentar lagi menyelesaikan koaz nya diam diam jatuh cinta pada nisa. sedangkan fatimah teman baik nisa justru menyukai Thalib anak seorang kyai pemilik pondok pesantren al muntaha bekasi timur. Disaat nisa mulai jatuh cinta pada imran. Ternyata ayah nisa menjodohkan nisa dengan thalib yang merupakan anak dari teman baiknya. Tapi nisa menolaknya dengan alasan ia mencintai imran. Ayahnya yang mengetahui hal itu meminta nisa untuk mengundang imran kerumahnya. tak sengaja ternyata imran adalah pria yang baru saja hijrah yang dikenal ayah nisa cukup baik. Sontak ayah nisa langsung menyetujui nisa dan imran. malah meminta imran secepatnya datang melamar nisa. disaat kebahagiaan itu datang seseorang dari masa lalu imran datang dan membongkar masa lalu imran di hadapan nisa. Untuk cerita selanjutnya silahkan dibaca yah teman teman. Maaf agak berantakan baru belajar nulis.. Mohon kritik dan sarannya tentang tulisan saya