Mengejar Sang Mentari

Mengejar Sang Mentari

  • WpView
    LECTURAS 406
  • WpVote
    Votos 44
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ago 31, 2024
Dunia itu bagaikan labirin raksasa. Kita hidup di dalamnya seakan-akan terjebak dan tak tahu arah. Berlari secepat kilat demi mengejar cita-cita. Dunia itu bagaikan potongan-potongan puzzle yang berserakan di mana-mana. Jika kamu ingin menyambungkannya, maka carilah di mana letak potongan-potongan puzzle tersebut hingga ia akan membentuk sesuatu yang sangat sempurna. Dengan kebersamaan, kita akan mampu menyelesaikan kedua hal tersebut sehingga membentuk sesuatu yang sangat indah dan sempurna. Kebersamaan itu akan terbentuk dengan adanya sahabat. Sahabat akan terbentuk dengan adanya setiap individu yang memiliki arah dan tujuan yang sangat beragam. Aku, kamu, dan kita semua adalah sahabat. Sahabat yang memiliki tujuan dan saling menguatkan satu sama lain. Latar belakang keluarga bukanlah hambatan untuk kita berlari mengejar sang mentari. Di balik itu semua, ada sesuatu indah yang sedang menunggu kita di depan sana. Seperti 7 pelangi dengan warna yang berbeda-beda namun membentuk sesuatu yang sangat sempurna. Kita adalah 7 pelangi tersebut, kawan. Ayo saling merangkul dan saling menguatkan diri untuk terus berlari tanpa lelah mengejar sang mentari.
Todos los derechos reservados
#272
together
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Is It Home ?
  • SalFlo
  • You Are Home || Enhypen
  • SEKASA(SEbuah Kisah terbiASA)
  • SKY
  • DUNIA HAMPA
  • Ananta Bandhana
  • SENANDIKA [ON GOING]
  • Sunoo's World
  • my favorit house || enhypen (Slow Update)

[SUDAH DIBUKUKAN, GET ON SHOPEE Choko Publisher "Kenapa yah? Karena abang anak pertama ya?", -- "Emang pernah kalian nganggep aku ada?" ___________________________________________ "Dia bukan papa lo, lo harusnya tau diri",-- "Emang ga seharusnya gue disini, kehadiran gue cuma ngrusak kebahagiaan dia. Gue pamit",-- ___________________________________________ "Lo bisa ga sih gausah aneh-aneh, lo yang bertingkah, tapi gue yang selalu kena imbasnya. Lo sih enak jadi bungsu, mama papa juga gabakal marah ke lo" "Siapa bilang ? Gue juga pengin pergi bebas kaya lo bang, gue cape terus-terusan belajar, gue juga pengin bebas kaya lo" "Gue bukan dibebasin, tapi gue di usir. Itu juga gara-gara lo, bungsu", ___________________________________________ Ia tahu dan sadar dengan posisinya. Ia lahir sebagai seorang sulung yang dipaksa untuk terus melebarkan bahunya, yang harus selalu kuat mentalnya, yang punggungnya harus selalu siap untuk dijadikan sandaran bagi saudara-saudaranya, juga harus selalu siap memikul harapan orang tuanya. Tapi ia juga manusia, ada masanya ia lelah dan perlu sandaran seperti yang biasa ia lakukan. Ada kalanya ia merasa ingin menyerah dan lari dari semua masalah yang mendera. Bungsu, orang selalu bilang menjadi seorang bungsu adalah suatu keberuntungan, dimana bungsu biasanya selalu diutamakan dan identik dengan julukan "anak kesayangan" Tinggalkan soal bungsu dan sulung, bagaimana dengan anak tengah? Apakah nasibnya sama buruknya dengan si sulung atau bahkan lebih baik dari pada si bungsu? Masih tentang semesta dan kejutannya, entah skenario apa yang semesta buat kali ini, yang pasti adalah satu hal. Tak semua yang kamu lihat sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya. Menjadi bungsu tak selamanya indah, begitupun dengan menjadi sulung.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido