Mengejar Sang Mentari

Mengejar Sang Mentari

  • WpView
    Reads 428
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 31, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Dunia itu bagaikan labirin raksasa. Kita hidup di dalamnya seakan-akan terjebak dan tak tahu arah. Berlari secepat kilat demi mengejar cita-cita. Dunia itu bagaikan potongan-potongan puzzle yang berserakan di mana-mana. Jika kamu ingin menyambungkannya, maka carilah di mana letak potongan-potongan puzzle tersebut hingga ia akan membentuk sesuatu yang sangat sempurna. Dengan kebersamaan, kita akan mampu menyelesaikan kedua hal tersebut sehingga membentuk sesuatu yang sangat indah dan sempurna. Kebersamaan itu akan terbentuk dengan adanya sahabat. Sahabat akan terbentuk dengan adanya setiap individu yang memiliki arah dan tujuan yang sangat beragam. Aku, kamu, dan kita semua adalah sahabat. Sahabat yang memiliki tujuan dan saling menguatkan satu sama lain. Latar belakang keluarga bukanlah hambatan untuk kita berlari mengejar sang mentari. Di balik itu semua, ada sesuatu indah yang sedang menunggu kita di depan sana. Seperti 7 pelangi dengan warna yang berbeda-beda namun membentuk sesuatu yang sangat sempurna. Kita adalah 7 pelangi tersebut, kawan. Ayo saling merangkul dan saling menguatkan diri untuk terus berlari tanpa lelah mengejar sang mentari.
All Rights Reserved
#76
together
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SENANDIKA [ON GOING]
  • Eccedentesiast | Jay Enhypen
  • ARGALAND
  • Ananta Bandhana
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • DUNIA HAMPA
  • SalFlo
  • Cool Beauty
  • Sunoo's World

Setiap orang sudah mempunyai jalan masing masing yang tentunya sudah diatur sedemikian rupa oleh sang pencipta. Tentang bagaimana kita kedepannya, tentang akan bertemu siapa kita di masa depan, tentang kepada siapa kita akan jatuh cinta, termasuk dengan siapa kita AKAN menua bersama nanti.. Tapi , perlu kita ingat, kita juga tak tahu seberapa berat kehidupan kita setelah hari ini, ato bahkan seberapa ringan hari hari kita setelah melewati banyak peluh. Kita semua tak tau akan hal itu. Lalu bagaimana bisa kita menampik semua takdir yang telah diatur sedemikian rupa? Tentu tidak bisa. Semua hanya tentang bagaimana kita menjalani dan bagaimana menyikapinya dalam ruang senandika ini. . . . . . . Baca aja yu, langsung :)

More details
WpActionLinkContent Guidelines