From the River to the Sea

From the River to the Sea

  • WpView
    Reads 180
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 25, 2024
Hafsah adalah anak yang lahir dan besar di tengah peperangan. Hafsah adalah bocah Palestina yang lahir ketika penjajahan atas negaranya diabaikan oleh dunia. Pemahamanya tentang hidup, jauh lebih murni dibanding orang tua yang hidup tanpa takut akan mati besok. Dalam suasana mencekam itu, orang tuanya hadir membawa penghiburan lewat cerita-cerita tarikh jaman sahabat. Membuat Hafsah mencintai buku, mencintai ilmu, dan memiliki pemahaman yang luas melebihi anak seusianya. Ibunya pernah berkata padanya bahwa, perempuan di keluarga mereka tidak dibesarkan untuk meratapi kematian. Perempuan di keluarga mereka mewarisi darah mujahid pembebas Al-Aqsa dan ketekunan Salahuddin. Maka, Hafsah tumbuh dengan prinsip bahwa dia telah lama diwakafkan untuk li ilai kalimatillah dan syahid dalam jihad adalah tujuan akhirnya. ••• Cerita ini murni fiksi dari penulis. Tapi kisah heroik mujahidin Palestina, kesabaran rakyat Palestina utamanya di jalur Gaza, dan kengerian genosida yang terjadi di sana sungguh-sungguh terjadi. Yang kita lihat, yang kita bayangkan, apalagi yang penulis berusaha gambarkan di sini, tidak mencapai 1% dari apa yang dirasakan langsung oleh orang-orang hebat itu. Ini bukan perang, sama sekali bukan. Ketika korban adalah anak-anak yang bahkan belum sempat bermimpi hendak menjadi apa, ketika korbannya adalah perempuan-perempuan yang belum sempat meributkan pilihan hendak berkarir atau sekedar menjadi ibu rumah tangga, pun ketika korbannya adalah lansia-orang-orang tua-yang tidak sempat memikirkan ingin menghabiskan masa tua seperti apa. Ini adalah genosida era modern yang diprakasai negara yang katanya menjunjung tinggi kemanusiaan. Terhitung sejak ini di tulis, korban telah mencapai 20 ribuan lebih. Terus suarakan ini. Jika lelah, ambil jeda sehari dua hari. Tidak masalah. Karena kita manusia juga dapat merasa jenuh. Tapi setelahnya suarakan lebih keras bahwa dari Sungai Yordan hingga Laut Meditarania, Palestina akan merdeka.
All Rights Reserved
#3
yerusalem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Destiny's Path
  • LENTERA KEABADIAN By Rawnaa
  • Kerudung Zahra
  • Muslimah To Al-Aqsa
  • Hema Akasha.[Telah Terbit]
  • Qalbu {Terbit}
  • Story of palestine 2
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Takdir di Antara Kita (Tamat)

Hidup berjalan sesuai takdir dari-Nya. Ntah itu berakhir baik atau tidak, ntah itu malah sesuai dengan apa yang kita rencanakan atau pun sebaliknya. Tuhan tau yang terbaik bagi hambanya, semua sudah ada takarannya dan tertulis dengan baik di Lauhil Mahfudz seperti dalam firman-Nya: اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran." Seperti yang terjadi kepada gadis cantik bernama Naima Ashika Ruhi El Fatih yang dipermainkan takdir cintanya begitupun kehidupannya. Tetapi seiring berjalannya waktu, takdir pun berpihak padanya. Meskipun begitu cobaan terus melanda kehidupan Naima tanpa henti. Sampai suatu saat, ia dipertemukan dengan seseorang yang sudah Allah rencanakan hadir dihidupnya. Entah sebagai obat atau sebagai luka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines