Sahabat Sejati
“Amanda, Amanda, tunggu aku sebentar”.
Sekolah baru saja usai, Amanda sedang berjalan pulang ketika mendengar suara seseorang memanggilnya. Dia menoleh ke belakang. Terlihat Nisa berlari mengejarnya dengan tergopoh-gopoh.
“Ada apa Nisa?”, tanya Amanda keheranan.
“Begini, aku mau mengembalikan ini”, kata Nisa sambil mengangsurkan sebuah tas plastik kepada Amanda.
Amanda, melihat isi tas plastik tersebut, lalu bertanya, “Lho, kenapa dikembalikan, kamu tidak suka sepatu ini ya?”
“Tidak, ee..., maksudku, aku suka sepatu itu.”
“Lantas mengapa sepatu ini kamu kembalikan kepadaku, apakah kamu tidak memerlukannya?”, tanya Amanda menyelidik.
“Sebenarnya aku sangat memerlukan sepatu itu, tapi....”, suara Nisa terhenti, dia ragu-ragu untuk meneruskannya.
“Tapi apa Nisa?”, tanya Amanda lagi.
Nisa teringat dengan kejadian kemarin. Ketika itu, dia baru saja pulang dari sekolah. Saat masuk rumah, segera ditemuinya Ibunya yang sedang memasak di dapur.
“Bu…Bu… lihat”, katanya sambil ber
Amanda merupakan gadis berparas cantik dan sempurna dalam segala hal, dengan fasilitas mewah, serta hidup yang sangat berkecukupan. Namun ia memilih untuk hidup sederhana dan menjadi orang biasa saja. Ia adalah gadis yang ceria, hingga saat ia kehilangan seseorang yang istimewa dalam hatinya, dunianya berubah. Amanda lebih menutup diri, tak suka akan keramaian apalagi menjadi pusat perhatian. Ia memiliki sahabat bernama Hanna, mereka saling mengenal sejak masuk kelas 10 lalu. Hanna lah satu-satunya orang terdekatnya saat ini selain Ayah, Bunda dan Farel abangnya.
Amanda selalu berharap akan bertemu kembali dengan seseorang yang telah meninggalkannya sejak 3 tahun lalu. Ia masih mengharapkan alasan mengapa laki-laki itu pergi tanpa sepatah katapun. Ia percaya takdirlah yang memisahkan, dan ia percaya bahwa suatu saat takdir pula yang akan mempertemukan.
Lalu bagaimana jika takdir mempertemukannya kembali dengan seseorang yang selalu ia tunggu kehadirannya itu. Apakah keadaannya masih sama ? Atau malah berbeda ? Biarlah semua mengalir seperti air, berjalan dengan semestinya. Tidak selamanya setelah hujan terbit pelangi, dan tidak selalu pula datang badai setelahnya bukan ? Karena semua sudah tertata dan tersusun rapi dalam buku takdir.
"Aku tidak tahu alasan tuhan mempertemukan kita lagi. Entah untuk mengulang kisah yang belum selesai, atau untuk mengakhiri kisah ini agar cepat selesai." - My Firefles.
FYI : Beberapa part saya hapus, demi kepentingan penerbitan. Bagi yg penasaran sama akhir kisah Amanda dan Fahrez bisa ditunggu open PO novelnya nanti. Terimakasih :)