We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Eleanor
  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sun, Feb 4, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
Pertempuran yang sudah berlu sejak ribuan tahun lalu, melahirkan seorang anak dari masing masing Ras yang nanti akan menjadi pemimpin dari Ras tersebut. Seorang anak yang akan menyatukan dua ras terkuat di dunia dengan cinta dari dalam dirinya. Mereka adalah rantai pemutus pertumpahan darah yang telah terjadi. Cinta besar yang ada didalam dirinya membuatnya sadar akan pentingnya perdamaian dan rasa kemanusiaan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Princess of Perseus
  • mermaid (bts x gfriend)
  • Six A Six
  • Kehidupan Di Balik Dunia Roh
  • Echo of NOVA
  • Seven Sister's
  • Petualangan 7 boboiboy elemental
  • the adventure
  • Pertarungan ranah tempur Musim 1

Aula Aetherium bergema oleh napas lega, panji-panji tua menggantung seperti saksi bisu di atas sosok berlutut yang namanya telah berlari mendahului kebenaran, dan aku berdiri di antara mereka, menyaksikan para pemegang kuasa dan mereka yang percaya mengukuhkan keyakinan menjadi perayaan, seolah ketakutan dapat diakhiri dengan memenggal seorang manusia. Ketika algojo mengangkat pedangnya dan sebuah suara berbisik, "Dialah yang akan mengakhiri dunia ini," kata-kata itu jatuh ke dadaku bukan sebagai keadilan, melainkan sebagai restu untuk berhenti bertanya. Aku telah membaca lembar demi lembar masa lalu, menautkan jejak yang terserak, mengikuti kisah itu hingga semuanya menunjuk ke titik ini, namun pada saat sorak membumbung dan bilah pedang tertahan di udara, yang kurasakan hanyalah sunyi yang ganjil, kehampaan yang dingin, seakan kebenaran telah melintas pergi sementara kami sibuk menyepakati wujudnya. Lelaki itu tak menyerupai akhir, ia lebih tampak seperti jawaban yang disusun dengan rapi agar tak ada lagi pertanyaan yang perlu diselamatkan, dan ketika kerumunan menuntut darah, aku terlambat menyadari bahwa Aetheria masih runtuh di bawah keyakinan kami sendiri. Sebab apa pun yang benar-benar mematahkan dunia ini tak pernah berlutut di hadapan kami. Ia berdiri tanpa nama di antara sorak-sorai, tenang, tak terlihat, dan menang. Dan baru kelak kami mengerti, hari itu bukanlah awal keselamatan, melainkan saat ketika sesuatu yang jauh lebih sunyi akhirnya dibiarkan bebas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines