In the Melody

In the Melody

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 29, 2024
Jatuh cinta pada seseorang yang belum tentu menjadi miliknya, memperebutkannya layaknya seutas tali yang bisa dibagi menjadi dua bagian sama rata. Menyimpan rasa suka sendirian tanpa sepengetahuan siapapun bagaimana rasa sakitnya? Bagaimana jika orang yang disukainya ternyata milik sahabatnya sendiri? Cerita tentang sebuah persahabatan yang beranggotakan 4 orang hingga karena sebuah masalah datang dan membuat persahabatan mereka yang dibangun bertahun-tahun harus runtuh. Jaya hanya ingin merasakan kasih sayang, Jaya ingin mendapatkan itu semua dari gadis yang disukainya. Tapi semenjak Jaya mengetahui jika sahabat dekatnya, Nareswara juga menyukai gadis yang sama dengannya muncullah rasa ketidaksukaannya terhadap Nareswara. Bagaimana nasib mereka berdua? Bagaimana persahabatan mereka yang bertahun-tahun dibangun kini mulai runtuh? Disinilah kisa mereka dimulai Start:29 Juni 2024 End:? © Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
All Rights Reserved
#11
shimjake
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • OUR FAMILY [SJY&KMJ]
  • BINTANG SEJAJAR
  • DANGEREUX
  • Eccedentesiast | Jay Enhypen
  • GALASKA [RE-UPLOUD]
  • SACRIFIER | ONGOING and REVISION
  • 𝘖𝘯𝘭𝘺 𝘠𝘰𝘶 (END)
  • TRANSMIGRASI 3 SAHABAT (Revisi)
  • Raden

Menceritakan tentang satu keluarga yang begitu harmonis. "Lala tidak suka suara berisik Wira, menganggu." ucap seorang gadis kecil yang masih berusia tujuh tahun, Nada bicara nya biasa saja tetapi menusuk "Wira kan tidak bisu, Kalau Lala tidak suka keributan ya pergi saja sana!" jawab seorang anak laki-laki yang seusia dengan Lala. mereka kembar, tentu saja. "Berantem terus sih, Lala jangan begitu ya. Wira juga, saling maaf-maafan dulu" ucap ibunda- Sabila lula- mencoba menengahi pertengahan kedua bocah di hadapannya. tetapi Lala malah menaruh kedua tangan nya di depan dada dengan bibir maju beberapa centi "Kalau gamau maaf-maafan, Ayah engga mau beliin alat-alat lukis dan mainan buat kalian lagi." Ucap ayahanda- Jack Bert Wijaya- terdengar serius. Si kembar lantas saling pandang, dan yang pertama mengulurkan tangan adalah Wira. karena bocah itu takut sekali jika tidak di belikan mainan, menurutnya mainan itu separuh hidup nya. "Nah, begitu kan enak dilihat" Sabila dan Jack kompak tersenyum melihat kedua anak nya kembali akrab dan suasana terasa hangat. ⚠️LANJUTAN CERITA 'JATUH CINTA' ⚠️ Usahain baca cerita 'Jatuh Cinta' lebih dulu ya, tapi kalau engga mau juga ga masalah karena di cerita ini komplit. Tapi usahain yaa.. itung-itung bantu ramein cerita itu, hehe

More details
WpActionLinkContent Guidelines